
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pegiat media sosial, Nicho Silalahi, kembali membuat pernyataan kontroversial terkait pemerintahan mantan Presiden Jokowi.
Ia mengungkapkan sedikitnya delapan poin alasan mengapa ia menilai Presiden ke-7 Indonesia tersebut harus diadili.
Nicho menuding pemerintahan Jokowi telah menciptakan utang negara secara ugal-ugalan serta menghabiskan dana hingga Rp1.800 triliun dalam apa yang ia sebut sebagai “Plandemik Akal-akalan.”
Ia juga mengkritik berbagai proyek infrastruktur seperti Kereta Cepat dan Bandara Kertajati yang dinilainya amburadul serta merugikan negara.
"Proyek Kereta Cepat, Bandara Kertajati dan Berbagai Proyek Amburadul Yang Merugikan Negara," ujar Nicho di X @Nicho_Silalahi (25/2/2025).
Lebih lanjut, Nicho juga menyebut Mahkamah Konstitusi (MK) telah melahirkan "Anak Haram Konstitusi," merujuk pada kontroversi terkait putusan-putusan MK di era pemerintahan Jokowi.
Ia juga menyoroti kondisi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menurutnya mengalami kerugian atau bahkan kebangkrutan.
Selain itu, ia menyinggung isu ketenagakerjaan dengan menyatakan bahwa pemerintahan Jokowi justru lebih banyak mengurangi pengangguran di China dibandingkan di Indonesia.
"(Jokowi) Berhasil mengurangi pengangguran China," cetusnya.
Ia pun menuntaskan daftar kritiknya dengan menuding bahwa korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) semakin subur selama kepemimpinan Jokowi.
"Korupsi, Kolusi dan Nepotisme tumbuh subur, seterusnya tambahin aja sendiri," tandasnya.
Sebelumnya, Politisi PSI, Ade Armando, mengungkapkan pandangannya terkait aksi demonstrasi bertajuk 'Indonesia Gelap' yang belakangan menjadi sorotan publik.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di: