
FAJAR.CO.ID — Banyak orang mengalami gejala seperti flu setelah terpapar debu. Meskipun tampaknya seperti flu biasa, kondisi ini bisa disebabkan oleh reaksi alergi atau iritasi akibat partikel debu yang masuk ke saluran pernapasan.
Penyebab Flu Akibat Debu
- Alergi Debu – Beberapa orang memiliki sensitivitas terhadap tungau debu, serbuk sari, atau polutan yang dapat memicu reaksi seperti flu.
- Iritasi Saluran Pernapasan – Debu yang terhirup dapat mengiritasi hidung dan tenggorokan, menyebabkan peradangan ringan yang menyerupai gejala flu.
- Sistem Imun yang Lemah – Jika daya tahan tubuh menurun, paparan debu dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi virus atau bakteri.
- Paparan Zat Kimia dalam Debu – Debu sering mengandung zat kimia dari polusi udara yang dapat memicu reaksi peradangan pada saluran pernapasan.
Gejala yang Muncul
- Bersin berulang kali
- Hidung tersumbat atau berair
- Tenggorokan gatal atau kering
- Batuk ringan
- Mata berair dan terasa gatal
- Sakit kepala akibat iritasi sinus
Cara Mencegah dan Mengatasi
- Gunakan Masker – Menggunakan masker saat membersihkan atau berada di lingkungan berdebu dapat mencegah partikel debu masuk ke saluran pernapasan.
- Jaga Kebersihan Rumah – Bersihkan rumah secara rutin dengan kain lembap atau alat penyedot debu untuk mengurangi jumlah debu di udara.
- Gunakan Air Purifier – Alat pemurni udara dapat membantu menyaring debu dan alergen dari lingkungan dalam ruangan.
- Cuci Tangan dan Wajah Setelah Terpapar Debu – Ini membantu menghilangkan partikel debu yang menempel dan mencegah iritasi lebih lanjut.
- Minum Banyak Air – Membantu menjaga kelembapan saluran pernapasan dan mengurangi iritasi.
- Konsumsi Makanan Bergizi – Memperkuat sistem imun agar lebih tahan terhadap iritasi dan infeksi.
Flu akibat debu bukanlah flu yang disebabkan oleh virus, melainkan reaksi tubuh terhadap iritasi atau alergi debu.
Dengan menjaga kebersihan lingkungan dan melindungi diri dari paparan debu, gejala ini dapat diminimalkan atau dicegah. Jika gejala berlanjut atau semakin parah, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. (*)
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di: