Said Didu Ingatkan Bahaya ‘Setan-Setan’ di Regulasi Danantara

1 month ago 24
Said Didu (tangkapan layar YouTube Akbar Faizal)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA -- Eks Sekertaris BUMN, Said Didu memberikan sorotan tajam terkait hadirnya peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto tepat hari ini secara resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Peluncuran Danantara ini disebut Presiden Prabowo sebagai instrumen yang nantinya bakal menjadi pembangunan nasional.

Peluncuran dilakukan setelah Prabowo menandatangani Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 2025 tentang perubahan ketiga atas UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN di Istana Kepresidenan. 

Kemudian, PP Nomor 10 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kelola Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara.

Terkait hal ini, Said Didu memberikan peringatan untuk Danantara yang diberi kebebasan dari intervensi kekuasaan sehingga benar-benar menjadi lembaga profesional.

Ia dengan tegas mengatakan tahu ide pembentukan Danantara bagus. Namun, itu dengan catatan superholding tersebut harus menjadi lembaga negara, bukan lembaga pemerintah. 

Alasan hadirnya Danantara ini memang mirip dan diharapkan seperti yang dilakukan oleh negara lain.

Diantarnya, China (China Investment Corporation). Begitu pula Temasek di Singapura dan Khazanah di Malaysia.

“Idenya (pembentukan Danantara) bagus. Cita-citanya bagus. Intinya adalah bahwa memang BUMN ini harus diisolasi menjadi lembaga profesional yang bebas dari intervensi apa pun, termasuk kekuasaan, politik, dan lain-lain,” kata Said dalam perbincangan di akun Youtube Akbar Faizal Uncensored.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |