Iran Tuding Israel Lakukan Genosida dan Terorisme

9 hours ago 6
Arsip foto - Pasukan Israel berjaga di perbatasan Israel-Lebanon melancarkan serangan darat terhadap target-target Hizbullah di wilayah perbatasan Lebanon selatan, Senin (30/9/2024). Peristiwa tersebut menewaskan lebih dari 90 orang dan menimbulkan kekhawatiran tentang eskalasi regional. ANTARA FOTO/Israel Defense Forces/Handout via Xinhua/aww. Arsip foto - Pasukan Israel berjaga di perbatasan Israel-Lebanon melancarkan serangan darat terhadap target-target Hizbullah di wilayah perbatasan Lebanon selatan, Senin (30/9/2024). Peristiwa tersebut menewaskan lebih dari 90 orang dan menimbulkan kekhawatiran tentang eskalasi regional. ANTARA FOTO/Israel Defense Forces/Handout via Xinhua/aww.

FAJAR.CO.ID -- Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengungkapkan bahwa Israel adalah pelaku utama terorisme di dunia.

Dalam pernyataannya pada Jumat (18/4), Pezeshkian menyebut bahwa rezim Israel menggunakan perangkat lunak dan perangkat keras untuk melakukan pembunuhan di seluruh dunia, sementara beberapa pihak yang disebut sebagai pembela hak asasi manusia tetap mendukung rezim tersebut.

Ia menekankan bahwa, berdasarkan prinsip-prinsip kemanusiaan, tindakan yang dilakukan oleh Israel dapat dikategorikan sebagai tindakan genosida.

Pezeshkian juga menyoroti adanya standar ganda dalam komunitas internasional. Ia mengkritik bahwa ketika Israel melakukan kekerasan, hanya sedikit kecaman yang muncul, sementara setiap insiden yang melibatkan Iran justru sering disambut dengan kecaman luas dan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia."

Lebih lanjut, Presiden Iran itu menyerukan solidaritas di antara negara-negara Muslim. Ia menyampaikan bahwa jika mereka menunjukkan ketegasan yang lebih, Israel tidak akan berani melakukan tindakan kekerasan dan agresi semacam itu.

Pernyataan ini disampaikan melalui kantor berita IRNA-OANA dan mencerminkan sikap tegas pemerintah Iran terhadap kebijakan luar negeri Israel serta dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah. (*)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |