Minta Investigasi Banjir Sumut, Arif Rahman Nasdem Desak Presiden Prabowo Evaluasi Kinerja Kemenhut

9 hours ago 4
Tumpukan kayu yang terbawa arus banjir di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (28/11/2025). (Antara )

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kinerja Kementerian Kehutanan (Kemenhut) kembali menjadi sorotan. Dipicu munculnya ribuan potong kayu gelondongan yang terbawa banjir di Sumatera Utara (Sumut).

Desakan agar Presiden Prabowo Subianto perlu mengevaluasi kinerja Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dalam menyikapi temuan potongan kayu sehabis banjir di Sumbar, disampaikan anggota Komisi IV DPR RI, Arif Rahman.

Arif mengingatkan perlu ada penegakan hukum terhadap temuan potongan kayu agar kejadian serupa tidak berulang dan membahayakan keselamatan rakyat.

“Pemerintah atau Presiden harus segera mengevaluasi kinerja Kememhut, mengusut tuntas dan menindak dengan tegas pelaku, baik perorangan atau korporasi jika terindikasi melakukan illegal logging yang menyebabkan banjir,” katanya.

Arif Rahman mengatakan prioritas pemerintah memang harus tertuju pada percepatan distribusi bantuan bagi warga terdampak banjir di Sumatera bagian utara.

“Fokus utama pemerintah dan stakeholder terkait saat ini harus fokus memberikan bantuan kepada warga terdampak,” ujar Arif dalam keterangan resminya, Minggu (30/11).

Namun, Arif tetap memberikan catatan serius dan tidak bisa didiamkan setelah proses bantuan warga terdampak dilakukan.

Terutama, setelah muncul temuan tumpukan ribuan potongan kayu yang memenuhi Pantai Parkit, Kota Padang, setelah banjir di Sumatera Barat (Sumbar).

Politikus Partai NasDem itu mengatakan temuan potongan kayu setelah banjir harus diinvestigasi karena ada dugaan pembalakan area sungai. "Melihat banyaknya kayu gelondongan terbawa arus banjir ini membuktikan adanya indikasi penebangan liar di daerah hulu sungai, harus ada ivestigasi,” ujarnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |