FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mantan Kabareskrim Polri, Susno Duadji, kembali menyentil wacana Presiden Prabowo Subianto membuat penjara kokoh di pulau terpencil untuk para koruptor.
Hal ini diharapkan agar memberikan efek jera kepada para pelaku korupsi yang merugikan keuangan negara.
"Berantas korupsi yang serius itu bukan hanya omon-omon," ujar Susno dikutip fajar.co.id, Senin (23/3/2026).
Minta Prabowo Tidak Kebanyakan Berpidato
Susno bilang, sebagai orang nomor satu di Indonesia, mestinya Prabowo tidak kebanyakan berpidato, tapi memberikan bukti nyata di hadapan rakyat.
"Mau ini, mau itu. Rakyat perlu bukti," tandasnya.
Untuk diketahui, wacana ini telah digaungkan Prabowo sejak Maret 2025 lalu.
Buka Peluang Maafkan Koruptor
Belum sempat dilaksanakan, Prabowo justru menekankan fokus pemerintahannya pada pengembalian kerugian negara (asset recovery) dari tindak pidana korupsi.
Bahkan Ketum Partai Gerindra itu membuka peluang maaf bagi koruptor yang mengembalikan uang rakyat.
Kebijakan ini menekankan pada dampak positif pengembalian aset untuk kesejahteraan rakyat, seperti perbaikan sekolah dan nelayan.
Sebelumnya, Amien Rais menyebut praktik korupsi sudah menjadi semacam "way of life" di berbagai negara, termasuk Indonesia.
"Di banyak negara, baik negara kaya maupun miskin, bisa dikatakan korupsi telah menjadi semacam way of life," ujar Amien Rais dikutip pada Selasa (8/7/2025).
Dikatakan Amien Rais, ada rumus yang seolah sudah menjadi tradisi di negara-negara yang dilanda korupsi.
“Ketika seseorang menjadi pejabat negara, dari ASN paling rendah sampai yang tertinggi, jabatannya dianggap sebagai kesempatan untuk korupsi semaksimal mungkin,” katanya.


















































