Tifatul Sembiring. FOTO: FPKS MPR
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Indonesia kini resmi bergabung dengan Board of Peace (BoP). Hal ini menuai kritik.
Pasalnya, ia merupakan organisasi dewan perdamaian godokan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Israel pun bagian dari anggotanya.
Politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring salah satu yang mengkritik. Dia menanyakan apakah orang yang terlibat bisa dipercaya.
Terutama, kata Tifatul adalah Presiden AS Trump serta Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
“Pertanyaannya: Apakah Trump dan Netanyahu, yang masuk dalam BoP ini bisa dipercaya mewujudkan perdamaian di Palestina?” tulis Tifatul Sembiring dikutip dari unggahannya di X, Selasa (27/1/2026).
Tifatul juga menyoroti keterlibatan Palestina. Palestina tak dilibatkan dalam organisasi itu, padahal awal mulanya didirikan untuk mewujudkan perdamaian di Gaza.
“Tanpa mengajak Palestina sendiri,” ujar Tifatul.
Selain itu, Tifatul menanyakan apakah dua tokoh yang dia soroti punya rekam jejak yang sesuai cita-cita organisasi.
“Emang track record orang-orang ini pernah damai?” pungkasnya.
Presiden Prabowo diketahui telah resmi mendatangani piagam BoP. Dilakukan dalam Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) di Davos, Swiss, Rabu (22/1).
Tiap anggota dikabarkan mesti mengeluarkan biaya fantastis: USD 1 miliar atau sekitar Rp16,8 triliun per negara.
Awalnya, Board of Peace digagas untuk mengawasi pembangunan kembali Jalur Gaza pascaperang Israel–Palestina. Namun, laporan Al Jazeera menyebut mandat lembaga itu kemudian diperluas ke penyelesaian konflik internasional secara umum.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
















































