FAJAR.CO.ID - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan pentingnya efisiensi anggaran di lingkungan pemerintah daerah untuk mengantisipasi beban fiskal yang semakin berat akibat lonjakan harga minyak dunia.
Hal ini menjadi fokus utama agar anggaran yang biasanya dialokasikan untuk perjalanan dinas yang tidak mendesak dapat dialihkan ke program-program yang lebih menyentuh dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Efisiensi Anggaran untuk Program Pro Rakyat
Tito Karnavian menjelaskan bahwa selama ini anggaran perjalanan dinas sering kali tidak digunakan secara optimal. Oleh karena itu, penghematan di pos ini sangat penting untuk dialihkan ke kegiatan yang lebih produktif dan berdampak bagi kesejahteraan rakyat.
"Ya terutama perjalanan dinas yang tidak perlu, dari dulu saya sampaikan. Jadi uangnya diarahkan untuk program pro rakyat," jelasnya saat ditemui di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Jumat (27/3).
Langkah Konkret Penghematan Energi dan BBM
Mantan Kapolri ini juga menambahkan bahwa efisiensi tidak hanya berlaku pada anggaran perjalanan dinas, tetapi juga pada penggunaan energi seperti listrik dan bahan bakar minyak (BBM). Ia mengingatkan agar kantor-kantor mematikan lampu dan AC ketika tidak digunakan, meniru mekanisme efisiensi yang diterapkan selama masa pandemi Covid-19.
"Nanti kita gunakan sebetulnya mekanisme pada waktu Covid itu. Misalnya lampu dimatikan dulu, jangan ninggalin kantor lampu hidup, AC masih hidup," katanya.
Sementara itu, pemerintah juga akan menerapkan sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) untuk mengurangi konsumsi BBM. Tito menjelaskan bahwa pelaksanaan WFH akan diawasi secara ketat menggunakan sistem digital berbasis GPS agar karyawan benar-benar berada di rumah dan tidak menambah penggunaan BBM secara tidak perlu.


















































