Mega Korupsi di Pertamina, Said Didu: Prabowo Sedang Menggulung Karpet Merah Mafia Migas atau Ganti Mafia?

1 month ago 19
Said Didu. Ilustrasi Foto: Ricardo/dok.JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kasus dugaan mega korupsi di lingkungan PT Pertamina cukup mencengangkan publik tanah air. Nilai kerugian negara yang begitu fantastis membuat masyarakat geram.

Atas pengungkapan yang dilakukan Kejaksaan Agung (Kejagung) itu, mantan Sekretaris BUMN, Said Didu ikut memberikan komentarnya. Tokoh yang dikenal kritis itu khusus menyoroti salah seorang tersangka Muhammad Kerry Andriantono, yang merupakan putra pengusaha Mohammad Riza Chalid (MRC) .

Said Didu menyebut, langkah Kejaksaan Agung dalam mengungkap kasus tersebut menjadi tanda yang baik dalam memberantas mafia migas di Indonesia.

Penangkapan pejabat Pertamina dan Putra MRC oleh Kejaksaan Agung, diharapkan sebagai langkah Presiden Prabowo Prabowo menggulung karpet merah mafia migas Indonesia, yang selama ini diberikan oleh rezim-rezim sebelumnya kepada mafia migas tersebut.

Said Didu menyebut, publik paham bahwa MRC memiliki sejarah panjang sebagai pihak yang selalu mendapatkan karpet merah oleh rezim-rezim sebelumnya, dalam mengatur tata niaga migas Indonesia.

Tahun 2008, saat Pertamina berkeinginan menghentikan peran Petral dalam mengatur perdagangan migas Pertamina untuk dikendalikan langsung oleh Pertamina lewat ISC (Integrated Supply Chain) Pertamina. Saat itu, Deputi Direktur ISC Pertamina dipegang oleh Sudirman Said sedang menyiapkan perubahan tersebut, tapi diminta menghentikan proses pengalihan tersebut dan meminta agar pengaturan perdagangan dikembalikan ke Petral lagi.

Perintah seperti ini dapat dipastikan berasal dari keputusan rezim saat itu. Selain program tersebut dihentikan, Sudirman Said juga diberhentikan oleh Dirut Pertamina saat itu (Karen Agustiawan).

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |