Little Siam PIK2 sebagai Destinasi Terintegrasi Berbasis Budaya
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pengembangan Little Siam di Millennial Park menjadi bagian dari strategi besar PIK2 dalam membangun destinasi terintegrasi berbasis pengalaman tematik.
Kawasan ini tidak hanya mengedepankan fungsi komersial, tetapi juga menggabungkan nilai budaya dan spiritual dalam satu ekosistem. Konsep tersebut terlihat dari hadirnya delapan rupang dewa-dewi yang menjadi simbol perlindungan, kemakmuran, dan keseimbangan.
Inspirasi dari distrik Ratchaprasong di Bangkok menunjukkan pendekatan berbasis benchmarking global, di mana kawasan bisnis dapat berkembang pesat dengan dukungan elemen spiritual sebagai daya tarik utama.
Seluruh rupang yang dihadirkan telah melalui proses kurasi serta ritual di Thailand, sehingga tidak hanya berfungsi sebagai ornamen, tetapi juga memiliki makna filosofis.
Di sisi lain, Millennial Park dirancang sebagai ruang publik yang aktif. Fungsi wisata, belanja, dan ibadah ditempatkan dalam satu kawasan yang saling terhubung.
Pendekatan ini sejalan dengan tren pengembangan kawasan modern yang mengutamakan experiential destination, yakni destinasi yang menawarkan pengalaman menyeluruh, bukan sekadar fungsi tunggal.
Dengan progres pembangunan yang terus berjalan dan rencana serah terima unit pada 2026, Little Siam diposisikan sebagai salah satu diferensiasi utama PIK2 dalam menarik wisatawan sekaligus investor.
Kombinasi antara konsep tematik, nilai budaya, dan potensi ekonomi menjadikan kawasan ini sebagai salah satu proyek paling unik dalam lanskap pengembangan properti dan pariwisata di Indonesia saat ini. (Pram/fajar)


















































