
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Aktivis Nicho Silalahi meminta Presiden Prabowo Subianto berlakukan hukuman mati bagi koruptor. Ia mengklaim Prabowo pernah mendukung hukuman mati.
“3 Oktober 2011 dan saat belum berkuasa menjadi Presiden Republik Indonesia, bapak @prabowo pernah menyatakan dukungan hukuman mati bagi Koruptor,” kata Nicho dikutip dari unggahannya di X, Jumat (28/2/2025).
Nicho bahkan menyertakan tangkapan layar cuitan akun @prabowo. Isinya bahwa Prabowo mendukung hukuman mati.
Fajar.co.id telah mencari cuitan tersebut di X melalui pencarian lanjutan. Setelah memasukkan kalimat cuitan yang dimaksud, juga tanggal unggahan, kami tak menemukan cuitan tersebut.
Nicho mengatakan saatnya Prabowo membuktikan kepada dunia. Bahwa ia memang tidak berkompromi dengan koruptor.
“Kini Saatnya bapak buktikan pada dunia bahwa bapak bukan seorang politikus busuk yang mengoceh saat belum berkuasa, namun ketika berkuasa malah mau memaafkan para koruptor,” ujarnya.
Selain hukuman mati, Nicho juga meminta Prabowo merampas seluruh aset koruptor.
“Ayo pak tunjukkan perang sesungguhnya terhada koruptor dengan memberlakukan ‘hukuman mati’ serta sita seluruh aset mereka dan bongkar hingga ke akarnya,” ujarnya
Nicho mengaku pernah mengikuti pelatihan Gerindra. Berdasad dari itu, ia mendukung hukuman mati.
“Sebagai orang yang pernah mengikuti kerasnya pelatihan @Gerindra di lembah Hambalang desa Bojong Koneng, saya sangat mendukung Republik ini memberlakukan "Hukuman Mati" Bagi Koruptor,” ujarnya.
Di pelatihan itu, ia mengaku terpukau dengan omongan Prabowo.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di: