Trump Picu Gelombang Protes, Hanya 9 Negara dalam Sejarah yang Pernah Boikot Piala Dunia

15 hours ago 7
Trofi Piala Dunia. (INT)

Fajar.co.id, Jakarta -- Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko belum juga dimulai, tapi suasana di luar lapangan sudah memanas. Isu boikot dari sejumlah negara peserta mulai mencuat, didorong oleh berbagai ketegangan politik yang melibatkan kebijakan pemerintahan Donald Trump di AS. Inilah yang kini jadi sorotan, jauh sebelum bola pertama digulirkan.

Faktor utamanya beragam. Mulai dari larangan masuk bagi suporter dari beberapa negara, hingga keinginan Trump yang kontroversial untuk membeli Greenland dari Denmark. Hal terakhir ini jelas membuat sejumlah pemimpin Eropa naik pitam. Akibatnya, wacana untuk memboikot turnamen sepakbola terbesar di dunia itu pun menguat.

Negara-negara seperti Brasil, Maroko, dan Iran disebut-sebut berada di garis depan yang mempertimbangkan langkah tersebut. Mereka terganggu oleh kebijakan imigrasi AS yang dinilai diskriminatif. Di sisi lain, Uruguay, Senegal, dan Ghana juga ikut merasakan dampaknya. Intinya, masalahnya bukan soal sepakbola, melainkan murni persoalan politik yang berlarut-larut.

Boikot Piala Dunia: Bukan Hal Baru dalam Sejarah

Sebenarnya, boikot terhadap Piala Dunia bukanlah fenomena baru. Catatan sejarah menunjukkannya. Uruguay tercatat sebagai pelopor, dengan menolak berpartisipasi pada edisi 1934. Mereka merasa sakit hati karena banyak tim Eropa yang absen di Piala Dunia 1930 yang mereka selenggarakan.

Setelah itu, beberapa negara lain menyusul. Inggris dan negara-negara Home Nations lainnya pernah absen di masa awal. Argentina juga pernah menolak ikut. Yang menarik, India dikabarkan mundur pada 1950 karena aturan FIFA yang melarang pemain bertelanjang kaki.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |