Tiyo Ardianto BEM UGM Surati UNICEF: Kematian Siswa SD Ngada Bukti Kegagalan Prabowo

2 hours ago 2
Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, dan Presiden RI, Prabowo Subianto.

Fajar.co.id, Jakarta -- Ketua BEM Universitas Gadjah Mada, Tiyo Ardianto, secara terbuka mengkritik keras pemerintah. Hal ini ia lakukan menyusul tragedi meninggalnya seorang siswa Sekolah Dasar di Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Dalam surat resmi yang dialamatkan ke UNICEF, Tiyo menyatakan insiden memilukan ini ibarat tamparan yang merontokkan semua klaim statistik kemajuan yang selama ini dipamerkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Surat itu sendiri ditujukan langsung ke badan PBB yang fokus pada perlindungan anak. Tiyo tak tanggung-tanggung menggambarkan kegagalan negara dalam menentukan skala prioritas yang manusiawi.

Bagaimana mungkin, seorang anak bisa sampai mengakhiri hidupnya hanya karena tak punya uang untuk membeli pulpen dan buku? Pertanyaan pedas itu ia lontarkan sebagai bentuk kekecewaan yang mendalam.

Anggaran Pendidikan vs Program Populis

Lebih jauh, surat tersebut menyoroti alokasi anggaran yang dinilai salah arah. Tiyo menuding ada kebijakan populis yang justru menggerogoti dana pendidikan, bahkan berpotensi menjadi lahan korupsi baru.

Program Makan Bergizi Gratis yang disebut-sebut menghabiskan triliunan rupiah dari uang rakyat jadi salah satu contoh konkritnya.

Menurut BEM UGM, presiden terlihat buta akan realita yang sebenarnya terjadi di lapisan paling bawah masyarakat. Kritiknya semakin tajam dengan menyebut bahwa pemimpin negara ini "tidak mau belajar".

Dengan nada frustrasi yang kental, Tiyo kemudian menyampaikan pesan langsung melalui suratnya kepada UNICEF. "Help us to tell Prabowo how stupid he is as a president," tulisnya, dikutip Kamis (12/2/2026).

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |