Tere Liye Sindir MBG Kelapa Utuh: Harga Rp 4.000 di Pamekasan, Hitung Saja Cuannya

3 hours ago 3
Pembagian MBG berupa kelapa muda utuh di Pamekasan menuai sorotan publik.

Fajar.co.id, Pamekasan -- Sebuah video penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa di Pamekasan, Jawa Timur, menjadi perbincangan hangat.

Menu yang dibagikan—kelapa hijau utuh, telur mentah, dan sepotong roti—menuai sorotan karena dianggap tak lazim.

Penulis kondang Tere Liye pun angkat bicara, menyoroti selisih harga kelapa dan menduga ada motif bisnis di balik program tersebut.

Kritik Pedas untuk Para Pembela Program

Di sisi lain, Tere Liye tak habis pikir dengan komentar netizen yang membela program itu. Ia menyindir argumen yang menyebut kelapa adalah barang mahal. Menurutnya, logika seperti itu sangat sempit.

"Tapi kan tapi kan tapi kan, itu kelapa mahal loh. Bisa 15.000-20.000 per butir. Sudah sesuai dengan anggarannya," tulis Tere Liye, menyindir pernyataan para pembela MBG, dikutip Minggu (15/2/2026).

Ia lantas membeberkan fakta harga di lokasi kejadian. Sebagai alumni FE UI, ia menilai komentar pembela justru menunjukkan ketidaktahuan.

"Astaga, hanya karena di tempatmu kelapa harganya 15.000 bukan berarti di tempat lain harga kelapa segitu. Kamu mau tahu berapa harga kelapa di Pamekasan tempat dapur ini berada? Hanya Rp 4.000 - Rp 5.000," ungkapnya.

Logika Dapur yang Mengejar Keuntungan

Namun begitu, ada poin yang lebih krusial menurut Tere Liye. Ia menekankan bahwa mustahil sebuah dapur penyedia layanan memberi makanan di atas anggaran per porsi. Logika bisnisnya justru sebaliknya: menekan biaya serendah mungkin.

"Menu daging sapi? Itu sih sebulan sekali. Bagi-bagi duit di ompreng? Itu juga strategi pencitraan," tegasnya. Ia menduga, jika niatnya benar-benar mulia, bagi-bagi makanan seharusnya sudah dilakukan jauh sebelum program MBG digulirkan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |