Presiden FIFA, Gianni Infantino, dan Piala Dunia.
FAJAR.CO.ID - Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, menghadirkan sejumlah aturan baru yang dirancang untuk mempercepat jalannya pertandingan dan memastikan keadilan dalam permainan. Ajang ini juga menjadi yang pertama dengan jumlah peserta mencapai 48 tim, menandai perubahan besar dalam sejarah turnamen.
Empat Aturan Baru yang Diadopsi IFAB
Dalam pertemuan ke-140 International Football Association Board (IFAB), empat peraturan baru resmi disahkan dan akan mulai diterapkan pada Piala Dunia 2026. Aturan-aturan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis tetapi juga pada pengelolaan waktu dan penggunaan teknologi VAR.
Aturan pertama terkait lemparan ke dalam dan tendangan gawang, di mana wasit akan memberikan hitungan mundur lima detik jika pemain dianggap terlalu lama dalam melakukan eksekusi. Jika batas waktu habis dan permainan belum dimulai, tim lawan akan mendapatkan kesempatan melakukan lemparan ke dalam atau tendangan penjuru sebagai gantinya.
Pengaturan Ketat Pergantian dan Penanganan Cedera
Perubahan kedua mengatur pergantian pemain. Pemain yang diganti diwajibkan keluar lapangan dalam waktu 10 detik setelah papan pergantian diperlihatkan, dan pemain pengganti baru hanya boleh masuk minimal satu menit kemudian saat permainan terhenti. Jika aturan ini dilanggar, pemain tetap harus segera meninggalkan lapangan.
Selanjutnya, pemain yang mengalami cedera dan mendapatkan perawatan di lapangan harus keluar minimal satu menit setelah pertandingan dimulai kembali. Kebijakan ini bertujuan untuk menghindari gangguan berlebihan selama pertandingan.

















































