Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras, Koalisi Masyarakat Sipil Desak Peradilan Umum untuk Transparansi dan Akuntabilitas

2 hours ago 3
Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Mabes TNI mengungkap dugaan keterlibatan empat personel BAIS TNI aktif dalam penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang mengakibatkan luka bakar serius pada 24 persen tubuhnya.

Penyerahan keempat pelaku lapangan itu kepada Puspom TNI pada Rabu pagi (18/3) menandai babak baru penyidikan, namun Koalisi Masyarakat Sipil mendesak agar kasus ini disidangkan di peradilan umum demi transparansi dan akuntabilitas yang lebih kuat.

Komandan Puspom TNI, Yusri Nuryanto, menyampaikan empat anggota TNI yang diduga sebagai pelaku masing-masing berpangkat Perwira Pertama (Pama) adalah NDP (kapten), SL (lettu), PHW (lettu), dan seorang prajurit ES (serda). Meskipun rekaman CCTV hanya menunjukkan dua pelaku, Denma BAIS TNI menyerahkan empat orang tersebut kepada Puspom TNI untuk proses penyidikan lebih lanjut.

"Nanti kami akan lakukan penyidikan lebih lanjut. Bagaimana peran dari masing-masing yang diduga tersangka tersebut. Kemudian terkait motivasi, tentunya kami perlu pendalaman lebih lanjut karena baru tadi pagi diserahkan kepada penyidik," jelas Yusri.

Ketua Umum Pengurus YLBHI, M. Isnur, menegaskan bahwa tindakan brutal ini merusak demokrasi, mengangkangi konstitusi, dan menyerang hak asasi manusia. Koalisi Masyarakat Sipil mengutuk keras aksi kekerasan tersebut dan menolak penyelesaian kasus melalui jalur peradilan militer yang selama ini dianggap memiliki problem impunitas.

"Tindakan kekerasan dan brutal itu merusak demokrasi, mengangkangi konstitusi, dan menyerang hak asasi manusia. Koalisi Masyarakat Sipil mendesak agar keempat tersangka dituntut secara pidana melalui sistem peradilan umum, agar bisa dijamin transparansi dan akuntabilitasnya," katanya melalui keterangan resmi pada Rabu (18/3).

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |