Soal Pelemahan KPK, Pengamat: Jokowi Buang Badan dan Sudutkan Partai-partai di DPR

2 hours ago 2
Ilustrasi Jokowi dan Gibran. (INT)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat sosial politik Erizal mengungkap analisisnya terkait langkah politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan putranya, Gibran Rakabuming Raka.

Menurutnya, manuver terbaru ini tak lepas dari rasa tak diterima setelah ditinggalkan oleh partai-partai politik yang dulu mendukungnya. Erizal melihat ada pola yang sengaja dirajut dalam dua isu berbeda: revisi UU KPK dan pengesahan RUU Perampasan Aset.

Membongkar Narasi: UU KPK dan "Buang Badan" ke DPR

Erizal menyoroti pernyataan Jokowi yang baru-baru ini mengungkit soal perubahan UU KPK. Jokowi menegaskan bahwa inisiatif perubahan itu bukan berasal darinya, melainkan dari DPR. Menurut pengamat alumni Universitas Andalas ini, klaim tersebut adalah bentuk "buang badan" dan upaya menyudutkan partai-partai.

"DPR yang hakikatnya terdiri dari semua partai yang ada di DPR saat ini, plus PPP yang sudah tersingkir, merekalah yang paling bertanggung jawab terhadap diubahnya UU KPK. Jokowi buang badan dan sudutkan partai-partai," urainya, dikutip Selasa (17/2/2026).

Namun begitu, argumen ini dinilainya tidak sepenuhnya tepat. Sebab, sebagai Presiden saat itu, Jokowi punya kewenangan penuh untuk menolak atau menerbitkan Perppu jika memang berkehendak. Partai-partai di DPR, tanpa persetujuan presiden, tak bisa berbuat banyak. Apalagi, sederet kasus korupsi besar—dari tambang, Pertamina, pendidikan, hingga umroh—terbongkar justru di era kepemimpinannya. Jadi, kata Erizal, kurang elok rasanya bersikap bersih-bersih setelah semuanya terbuka.

Gibran dan Desakan RUU Perampasan Aset: Pola yang Berulang?

Di sisi lain, Gibran juga tak ketinggalan. Ia mendesak DPR untuk segera membahas dan mengesahkan RUU Perampasan Aset. Padahal, rahasia umum bilang mandeknya pembahasan RUU itu ada di DPR. Kalau mentok di DPR, artinya mentok di semua partai di dalamnya. Dan kalau mentok di semua partai, ujung-ujungnya ya di ketua umum partai—figur yang kini tak lagi menyebut Gibran sebagai cawapres mereka.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |