Rais Aam Pastikan Gus Yahya Tak Lagi Memimpin PBNU

8 hours ago 5
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar (antara)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Polemik di lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menghangat. Rais Aam PBNU, Kiai Miftachul Ahyar, menegaskan bahwa sejak 26 November 2025 pukul 00.45 WIB, KH Yahya Cholil Staquf tak lagi menjabat Ketua Umum PBNU dan tidak memiliki kewenangan apa pun untuk menggunakan atribut jabatan.

"Sejak saat itu, kepemimpinan PBNU sepenuhnya berada di tangan Rais Aam," ujar Kiai Miftachul saat konferensi pers di kantor PWNU Jawa Timur, dikutip Minggu (30/11/2025).

Ia menekankan bahwa keputusan Syuriah PBNU tersebut bersifat final. Setiap tindakan atau pernyataan atas nama Ketua Umum dianggap tidak memiliki legitimasi. Menurutnya, keputusan itu disusun berdasarkan kondisi faktual tanpa motif lain di luar risalah rapat.

"Tidak ada motif lain di luar yang tertulis dalam risalah rapat. Semua sesuai fakta," tegasnya.

Untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan stabil, PBNU akan segera menggelar Rapat Pleno atau bahkan Muktamar dalam waktu dekat. Tujuannya agar proses transisi berlangsung tertib sesuai aturan jam’iyah.

Kiai Miftach juga memberi perhatian pada derasnya opini publik, termasuk informasi yang berseliweran di media arus utama maupun media sosial. Karena itu, PBNU akan membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) guna memastikan ketepatan informasi yang beredar.

"Untuk mendapatkan kesahihan informasi, akan dibentuk Tim Pencari Fakta yang bekerja secara utuh dan mendalam," ujarnya.

Wakil Rais Aam, Kiai Anwar Iskandar, dan Kiai Afifuddin Muhajir ditunjuk sebagai pengarah dalam TPF tersebut.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |