PSI Diserang soal ‘Kandang Gajah’, Dian Sandi: hanya Pak Jokowi yang Tidak Tinggalkan Tanah Jawa

9 hours ago 5
Jubir PSI Dian Sandi Utama

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merespons tudingan yang menyebut Ketua Umumnya, Kaesang Pangarep, sebagai “bocil partai karbitan” yang dianggap menyimpan dendam terhadap PDIP.

Tudingan itu ramai di X setelah pernyataan PSI yang didukung Presiden ke-7 RI, Jokowi, bakal menjadikan Jawa Tengah sebagai “kandang gajah”.

Narasi Dendam Tidak Mendasar

Juru Bicara PSI, Dian Sandi Utama, langsung pasang badan membela Kaesang. Ia menilai narasi dendam yang diarahkan kepada partainya tidak berdasar.

“Hanya Pak Jokowi yang tidak meninggalkan tanah Jawa,” ujar Dian kepada fajar.co.id, Rabu (11/2/2026).

Ia mempertanyakan logika pihak-pihak yang menilai langkah politik PSI di Jawa Tengah sebagai bentuk balas dendam.

“Gimana ceritanya, mau menang di kandang kok dibilang dendam?," tegasnya.

Kontestasi Politik Hal Wajar

Bagi Dian, kontestasi politik merupakan hal yang wajar. Target memenangkan wilayah tertentu tidak bisa serta-merta dimaknai sebagai bentuk sentimen pribadi terhadap partai lain.

PSI, kata dia, justru ingin menunjukkan keseriusan membangun basis kekuatan politik di Jawa Tengah. Dukungan Jokowi pun dinilai sebagai energi positif, bukan simbol perpecahan.

Ia menegaskan, PSI tidak sedang membawa agenda dendam politik, melainkan ingin membuktikan diri lewat kerja-kerja nyata dan konsolidasi kader di lapangan.

Optimis Hentikan Dominasi PDIP di Jateng

Ketua DPP PSI Bidang Politik Bestari Barus memandang pernyataan Kaesang Pangarep bahwa Jawa Tengah akan dikuasai partai 'Gajah' (PSI) bukan sekedar omong kosong.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |