Kereta Cepat Whoosh (Ist)
FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Peran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara disorot dalam kisruh utang Whoosh. Mengingat utang Whoosh kabarnya akan dibayar menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Beban bunga utang yang ditanggung pemerintah saat ini Rp1,2 triliun per tahun. Belum termasuk utang pokok yang mencapai ratusan triliun.
Sementara itu, Danantara meminta publik tak khawatir. Dia menyebut persoalan itu selesai di kuartal I 2026.
Hal tersebut diungkakan Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. Kala diwawancara cegat di sela acara I ndonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat.
“Nanti kita tunggu Pak Menko (ke China), tapi nggak usah khawatir. Insya Allah kuartal satu selesai (negosiasi KCIC),” ungkapnya.
Dony memastikan Danantara terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), terkait mekanisme penyelesaian utang Whoosh yang di kisaran Rp1,2 triliun per tahun.
“Nanti, sedang didiskusikan dengan Kementerian Keuangan.Tapi, Insya Allah, mudah-mudahan, kan sudah selesai. Ya kan sudah disampaikan berkali-kali,” ujar Dony.
Dony mewanti-wanti untuk tidak mengkhawatirkan terkait dengan utang Whoosh, dan memastikan bahwa proses penyelesaiannya dengan China akan segera dilakukan.
“Yang dikhawatirkan apa? Masalahnya apa sebenarnya? Saya juga bingung. Masalahnya apa sih. Apa coba? Kan suka hobi nanya aja. Sebetulnya kan sudah selesai. Proses itu akan diselesaikan," ujar Dony.
Ia mengingatkan proyek kereta cepat Whoosh yang menghubungkan antara Kota Jakarta dan Kota Bandung, telah memberikan dampak ekonomi secara berkelanjutan kepada masyarakat Indonesia.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































