Pengangguran di Indonesia Didominasi Laki-Laki, Ini Datanya

3 hours ago 1
Ilustrasi Pengangguran

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pengangguran di Indonesia ternyata didominasi laki-laki. Itu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

BPS mencatat jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,35 juta orang pada November 2025. Ini setara dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 4,74 persen, yang sebenarnya menunjukkan tren penurunan dari periode sebelumnya.

“Pada November 2025 terdapat 7,35 juta orang menganggur, di mana angka ini setara dengan tingkat pengangguran terbuka yang turun menjadi sebesar 4,74 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers BPS, Kamis (5/2/2026).

Data BPS menunjukkan bahwa pengangguran di Indonesia tetap didominasi oleh laki-laki. Sepanjang periode Februari 2024 hingga November 2025, angka pengangguran laki-laki hampir selalu lebih tinggi dibanding perempuan.

Pada Februari 2024, TPT laki-laki berada di 4,96 persen, sedangkan perempuan tercatat 4,60 persen. Selisih ini menunjukkan beban pengangguran masih lebih menekan kelompok laki-laki.

Menariknya, pada Agustus 2024, angka pengangguran laki-laki dan perempuan nyaris sejajar. TPT laki-laki tercatat 4,90 persen, sedangkan perempuan 4,92 persen.

Memasuki Februari 2025, perbedaan itu kembali terlihat. TPT laki-laki naik ke 4,98 persen sementara perempuan turun ke 4,41 persen, menunjukkan tekanan pasar kerja lebih kuat dirasakan oleh laki-laki.

Pada Agustus 2025, angka pengangguran mulai mendekati keseimbangan. Laki-laki berada di 4,85 persen dan perempuan di 4,84 persen, selisihnya hanya tipis sekali.

Hingga November 2025, kedua kelompok mengalami tren penurunan, tetapi laki-laki masih mencatat TPT sedikit lebih tinggi. Laki-laki mencapai 4,75 persen, sedangkan perempuan 4,71 persen.

Selain dari jenis kelamin, data BPS juga menunjukkan perbedaan pengangguran berdasarkan wilayah. Wilayah perkotaan konsisten memiliki TPT lebih tinggi dibanding perdesaan.

Pada Februari 2024, TPT perkotaan tercatat 5,89 persen, jauh di atas perdesaan yang hanya 3,37 persen. Angka itu terus berubah namun tetap menunjukkan jurang yang sama.

Agustus 2025 memperlihatkan TPT perkotaan 5,75 persen, sementara perdesaan meningkat ke 3,47 persen. Data ini menunjukkan tantangan tersendiri bagi pencari kerja di kota besar.

Selain itu, jumlah penduduk usia kerja juga terus berubah. Pada November 2025, angkatan kerja mencapai 155,27 juta orang, meningkat dibanding Agustus 2025.

Jumlah pekerja yang bekerja juga turut bertambah menjadi 147,91 juta orang. Meski begitu, persoalan penyediaan lapangan kerja masih perlu perhatian lebih lanjut dari pemerintah dan sektor swasta.
(Arya/Fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |