Pemecatan Ketua IDAI oleh Menkes Budi Gunadi: Dampak Penolakan Mutasi Paksa dan Perjuangan Independen Kolegium

15 hours ago 4
Menkes Budi Gunadi

FAJAR.CO.ID - Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dokter Piprim Basarah Yanuarso SpA Subpsp, resmi dipecat oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin setelah menolak mutasi paksa yang dianggap tidak sesuai dengan asas meritokrasi. Keputusan ini menjadi puncak dari perjuangan Piprim dan IDAI mempertahankan independensi kolegium ilmu kesehatan anak di Indonesia.

Penolakan Mutasi dan Perjuangan Kolegium Independen

Dua bulan sebelum pemecatan, Piprim mengaku dimutasi secara paksa dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) ke RS Fatmawati karena menolak kolegium bentukan Kementerian Kesehatan yang dianggap tidak independen. "Saya hanya menjalankan amanah kongres nasional ilmu kesehatan anak di Semarang bahwa kolegium ilmu kesehatan anak Indonesia tetap berdiri secara independen," jelasnya.

Perjuangan keras IDAI untuk menjaga independensi kolegium ini kemudian dibenarkan oleh Amar Keputusan Mahkamah Konstitusi yang menegaskan kolegium harus berdiri secara independen. "Perjuangan IDAI inilah yang kemudian ternyata dibenarkan oleh Amar Keputusan Mahkamah Konstitusi yang menyebutkan kolegium harus independen. Namun demikian perjuangan saya dan teman-teman di IDAI juga para guru besar yang menginginkan kolegium ini tetap independen berujung pada mutasi paksa," katanya.

Pengumuman Pemecatan dan Permohonan Maaf kepada Pasien dan Murid

Setelah kabar pemecatannya tersebar, Piprim langsung mengunggah pernyataan di media sosialnya. "Akhirnya saya dipecat oleh Pak Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin," bebernya pada Senin (16/2/2026). Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pasien-pasiennya di RSCM, murid-murid, dokter residen, serta pihak-pihak yang selama ini dibimbingnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |