Muhammadiyah Tegaskan Awal Ramadhan 18 Februari, Ajak Sikapi Perbedaan dengan Tasamuh

3 hours ago 2
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir,

FAJAR.CO.ID - Pengurus Pusat Muhammadiyah memastikan awal Ramadhan tahun ini jatuh pada Rabu, 18 Februari 2024, meskipun Pemerintah Indonesia akan menetapkan tanggal resmi setelah sidang isbat sore nanti.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir, mengajak masyarakat menyikapi potensi perbedaan awal puasa dengan cerdas dan tasamuh, mengingat perbedaan itu sangat mungkin terjadi baik di Indonesia maupun di negara lain.

Haedar menegaskan bahwa perbedaan dalam menentukan awal puasa bukan hal baru dan akan terus terjadi selama umat Islam belum memiliki satu kalender tunggal.

"Di situlah sebagai ruang ijtihad tentu tak perlu saling menyalahkan satu sama lain, dan satu sama lain juga tidak merasa paling benar sendiri," katanya saat ditemui Selasa (17/2).

Dia menambahkan bahwa perbedaan tersebut harus disikapi dengan arif dan bijaksana, terutama dengan mengingat tujuan utama ibadah puasa yakni meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Haedar menjelaskan bahwa esensi puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan nafsu serta hasrat yang dapat merusak hubungan sosial. "Ibadah puasa bukan sebatas menahan lapar dan dahaga, melainkan juga menahan nafsu dan hasrat yang merusak kerekatan sosial, termasuk mengajari muslim untuk bersabar," jelasnya.

Dalam konteks media sosial yang sering memancing amarah dan perselisihan, Haedar menegaskan bahwa puasa harus menjadi tameng sosial yang menahan hawa nafsu agar tidak lepas kendali. "Dengan berbagai macam informasi, postingan, yang kira-kira memberi suasana panas dalam kehidupan sosial kebangsaan kita. Maka puasa harus menjadi kanopi sosial kita," pungkasnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |