Malam yang Tak Ingin Usai: Westlife dan Euforia Penonton di NICE PIK2

2 hours ago 2
Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2 berubah menjadi titik temu nostalgia ribuan orang yang tumbuh bersama lagu-lagu Westlife

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Di luar gedung, antrean sudah terbentuk sejak sore. Beberapa penggemar sibuk berfoto di area depan venue, sebagian lain memeriksa kembali tiket digital mereka.

Selasa (10/2/2026), kawasan Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2 berubah menjadi titik temu nostalgia ribuan orang yang tumbuh bersama lagu-lagu Westlife.

Begitu pintu dibuka, arus penonton bergerak tertib menuju area duduk masing-masing. Suasana elegan langsung terasa.

Panggung dirancang dengan komposisi simetris, layar LED lebar, dan tata cahaya yang memberi kesan megah tanpa berlebihan. Format A Gala Evening 2026 menempatkan musik sebagai pusat perhatian.

Ketika intro orkestra mengalun dan tiga personel Westlife muncul di bawah sorotan lampu, seluruh arena berdiri. Sorakan menggema, lalu perlahan berubah menjadi paduan suara massal saat lagu pertama dimulai.

Bagi Fajar Nugroho (41), penggemar yang sudah mengikuti perjalanan Westlife sejak akhir 1990-an, konser ini terasa seperti penegasan konsistensi musikal mereka.

“Yang membuat Westlife bertahan adalah kekuatan harmoni dan kontrol vokalnya. Di konser ini, kualitas itu masih sangat terjaga. Bahkan aransemen orkestra membuatnya terdengar lebih elegan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi manajemen acara. “Flow acaranya rapi. Tidak ada jeda kosong yang membuat energi turun.”

Sementara itu, Melisa Hartono (30), yang baru pertama kali menonton Westlife secara langsung, menilai pengalaman di NICE PIK2 memberikan kesan mendalam.

“Saya terkesan dengan tata suara dan pencahayaan. Suaranya jernih, tidak terlalu keras, tapi tetap powerful. Itu membuat setiap lirik terasa,” katanya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |