Khamenei Tegaskan Kedaulatan Iran: Kapal Perang AS Bisa Ditenggelamkan, Hak Nuklir Tak Terbantahkan

4 hours ago 2
Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Sayyed Ali Khamenei - AP

FAJAR.CO.ID, TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Sayyed Ali Khamenei, memberikan peringatan keras terkait pengerahan kapal induk Amerika Serikat ke perairan sekitar Iran. Ia menegaskan bahwa kapal perang AS bisa saja ditenggelamkan jika mengancam kedaulatan Iran, sekaligus menolak segala upaya dominasi yang dilakukan Washington selama hampir lima dekade.

Berbicara di hadapan ribuan orang di Provinsi Azerbaijan Timur menjelang peringatan pemberontakan tahun 1978 di Tabriz, Khamenei menanggapi retorika militer Presiden AS Donald Trump yang kerap memamerkan kekuatan militernya.

Peringatan Tegas terhadap Ancaman Militer AS

"Mereka mengatakan militer kita adalah yang terkuat di dunia. Nah, militer terkuat di dunia terkadang bisa menerima pukulan yang begitu keras sehingga tidak bisa berdiri lagi," jelas Khamenei dalam pidatonya.

Khamenei menanggapi pengerahan kapal perang AS dengan sikap tegas.

"Kapal perang memang berbahaya, tetapi yang lebih berbahaya daripada kapal perang adalah senjata yang dapat menenggelamkannya ke dasar laut," katanya dengan tegas.

Penolakan terhadap Upaya Dominasi AS

Pemimpin Iran itu menilai pernyataan Trump sebagai usaha untuk mendominasi bangsa Iran.

"Pernyataan-pernyataan yang disampaikan Presiden Amerika Serikat—kadang-kadang ia mengancam, kadang-kadang ia mengatakan ini harus dilakukan, atau itu tidak boleh dilakukan—berarti mereka berupaya mendominasi bangsa Iran," katanya saat menyampaikan pidato.

Khamenei menegaskan bahwa identitas agama dan sejarah bangsa Iran akan mencegah mereka tunduk pada tekanan asing.

"Bangsa seperti kita, dengan budaya ini, sejarah ini, ajaran-ajaran luhur ini, tidak akan berjanji setia kepada individu-individu korup seperti mereka yang berkuasa di Amerika saat ini," bebernya, mengutip pernyataan terkenal dari Imam Hussein ibn Ali.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |