Jusuf Kalla: Kalau Banjir Jangan Marahi Gubernur Jakarta

4 hours ago 2
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Ketua PMI Jusuf Kalla melaksanakan kerja bakti Jaga Jakarta Bersih di RW 04, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Foto: dok Berita Jakarta

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, turun langsung bersama relawan dan masyarakat dalam kegiatan kerja bakti massal “Jaga Jakarta Bersih” yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Pintu Air Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (8/2/2026).

Ia menegaskan menjaga kebersihan Jakarta merupakan tanggung jawab bersama seluruh warganya. Menurutnya, upaya membantu pemerintah dalam menjaga lingkungan sama artinya dengan membantu diri sendiri, karena dampak dari lingkungan yang kotor dan banjir pada akhirnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kita ini warga Jakarta, sehingga kita harus bertanggung jawab dan bekerja untuk kota kita. Ketika kita membantu Gubernur, sejatinya kita membantu diri sendiri. Yang mengotori Jakarta adalah kita, maka yang harus membersihkannya juga kita,” kata Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla juga meminta agar permalasahan banjir Jakarta tak hanya menumpahkan kesalahan pada Gubernur Jakarta Pramono Anung.

"Jadi kita bersama-sama. Pokoknya kalau banjir, jangan marahi Gubernur marahi diri sendiri. Kenapa rumah saya tidak bersih? Kenapa selokan saya tidak bersih? Kenapa buang sampah di sungai?" ucap JK

Ia menambahkan sungai, selokan di depan rumah, ruko, dan kantor harus dibersihkan agar air bisa mengalir sehingga tidak mengakibatkan banjir.

“Jika banjir terjadi, yang paling terdampak adalah rakyat kecil. Kerugiannya besar, toko dan warung tutup, kendaraan terhambat, dan aktivitas usaha terganggu. Ini kota kita, jadi kita yang harus bertanggung jawab menjaganya,” ujar Jusuf Kalla.

Menurut mantan wakil presiden RI itu, banjir menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat, mulai dari aktivitas usaha yang terhenti hingga pemborosan bahan bakar akibat kemacetan.

"PMI memulai dengan membantu masyarakat melalui alat sederhana, setiap rumah minimal memiliki satu sekop. Pesan saya, jangan membuang sampah sembarangan," ujar JK.

Kerja bakti ini diikuti sekitar 1.000 personel gabungan dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, TNI, Polri, dan PMI.

Aksi ini juga menjadi tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia kepada seluruh kepala daerah untuk memperkuat keterlibatan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

Fokus kegiatan meliputi pembersihan lingkungan, sungai, saluran air, waduk, kawasan permukiman, dan ruang publik strategis lainnya.

Sedikitnya 120 relawan PMI dari seluruh wilayah DKI Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu, terlibat langsung dalam aksi bersih ini. Para relawan tidak hanya membantu proses pembersihan, tetapi juga melakukan promosi kesehatan lingkungan dan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung kegiatan kerja bakti akan dilakukan secara rutin untuk menciptakan Jakarta yang lebih nyaman dan aman, termasuk melalui upaya penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

"Selain mengerahkan lebih dari 171 ribu personel, kerja bakti ini juga didukung oleh 60 unit ekskavator dan 144 unit dump truck yang beroperasi di 66 lokasi, termasuk di wilayah Cipinang Melayu," terangnya. (Pram/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |