Ilustrasi garis polisi.
Fajar.co.id, Demak -- Seorang siswi SD berusia 13 tahun ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Desa Batursari, Demak, Kamis (11/2/2026) sore.
Perempuan berinisial SA itu diduga mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara gantung diri saat rumah dalam keadaan sepi. Polisi telah mengonfirmasi peristiwa tragis ini.
Ibu yang Menemukan, Teriakan Minta Tolong di Senja Hari
Jenazah SA pertama kali ditemukan oleh ibunya sendiri. Menurut Kasat Reskrim Polres Demak, Iptu Anggah Mardwi Pitriyono, sang ibu baru pulang bersama adik korban sekitar pukul enam sore. Rekaman CCTV menunjukkan dia masuk ke rumah persis pukul 18.01 WIB sambil menggendong anaknya yang lain.
"Kemudian (ibu korban) masuk ke rumah pukul 18.01 WIB. Posisi si ibunya ini masuk rumah sambil menggendong anaknya atau adik korban," papar Anggah kepada wartawan, Jumat (13/2/2026).
Rupanya, hanya selang dua menit kemudian, suasana berubah mencekam. Ibu korban langsung keluar dengan panik. Dia berteriak-teriak memanggil tetangga untuk minta tolong.
"Pada jam 18.03 WIB, ibu korban keluar rumah dan berteriak (meminta tolong). Jadi ibu korban ini yang pertama mengetahui anaknya gantung diri," ujarnya.
Beberapa warga yang mendengar teriakan itu pun bergegas mendatangi rumah. Jasad SA yang sudah kaku kemudian dievakuasi menggunakan mobil tetangga menuju Rumah Sakit Wongsonegoro Semarang. Sang ibu menyusul dengan mengendarai sepeda motor.
Hasil Visum: Kematian Akibat Gantung Diri
Polisi dengan tegas membantah isu yang beredar bahwa korban mungkin dibunuh. Semua bukti mengarah pada kesimpulan yang sama: bunuh diri. Rentang waktu antara sang ibu masuk rumah dan keluar berteriak hanya sekitar dua menit, terlalu singkat untuk mengindikasikan tindak kejahatan.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































