Pengamat Politik, Rocky Gerung
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik, Rocky Gerung, turut merespons tragedi meninggalnya YBS (10), murid kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
YBS diduga mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku dan pena dengan harga kurang dari Rp10 ribu.
Dikatakan Rocky, peristiwa tersebut mencerminkan adanya persoalan serius dalam cara bangsa ini memelihara peradaban dan memastikan keadilan sosial bagi seluruh warganya.
“Siapa pun yang membayangkan kejadian itu pasti akan menemukan ada yang salah di dalam syarat-syarat bangsa memelihara peradaban,” ujar Rocky dikutip fajar.co.id pada Rabu (4/2/2026).
Keadilan Sosial Masih Menjadi PR bagi Pemerintah
Ia menegaskan, tragedi tersebut tidak bisa dilepaskan dari arah kebijakan pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada kelompok masyarakat paling rentan.
Kata dia, sila kelima 'Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia' belum sepenuhnya teraplikasikan.
“Ada yang salah dengan kebijakan pemerintah di dalam memastikan keadilan sosial,” tegasnya.
Rocky juga menyinggung kemampuan negara dan masyarakat dalam menyadari dampak kebijakan pembangunan yang terlalu berorientasi pada angka pertumbuhan ekonomi.
“Kemampuan kita untuk menyadari soal-soal semacam ini menjadi penting," Rocky menuturkan.
"Menyadari artinya memahami bahwa di balik kebijakan yang memaksa pertumbuhan ekonomi 6, 7 bahkan 8 persen, ternyata ada yang tercecer,” tambahnya.
Rocky bilang, fokus berlebihan pada pertumbuhan ekonomi justru membuat negara abai terhadap penderitaan kelompok kecil yang terpinggirkan.
“Dalam upaya kita memahami gerak-gerik pemerintah, ada yang hilang, yaitu menggelorakan kembali kebesaran bangsa yang berangkat dari rasa keadilan,” kuncinya.
Anak Gen Alpha Minim Support System
Pengamat Perlindungan Perempuan dan Anak, Dra. Sandra Liza, menyebut peristiwa tersebut bukan sekadar soal kemiskinan, melainkan akumulasi persoalan mental yang tidak terdeteksi dan tidak tertangani.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
















































