Babak Baru, Pandji Pragiwaksono Hadapi Peradilan Adat Toraja di Tongkonan Layuk Kaero

1 day ago 10
Tongkonan Layuk Kaero

Fajar.co.id, Toraja -- Komika Pandji Pragiwaksono tiba di Bumi Lakipadada, Tana Toraja, Selasa (10/2/2026). Ia hadir untuk mempertanggungjawabkan materi lawakannya yang dianggap menyinggung, melalui prosesi adat yang berlangsung di Tongkonan Layuk Kaero.

Rangkaian acara ini direncanakan berjalan selama dua hari, sebagai jawaban atas kontroversi yang kembali muncul setelah videonya viral pada 2025.

Prosesi "Ma’ Buak Burun Mangkaloi Oto’" dan Pengamanan

Mekanisme hukum adat yang akan dijalani Pandji dikenal dengan nama “Ma’ Buak Burun Mangkaloi Oto’”. Untuk menjaga suasana, aparat kepolisian setempat bekerja sama dengan pemuda adat. "Ada aparat kepolisian dari Tana Toraja dibantu pemuda adat untuk menjaga situasi kondusif," ujar Dilpan, Selasa lalu.

Dalam rilis resminya, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Toraya menjelaskan kesediaan Pandji. "Pandji mengakui bahwa candaannya bersifat ignorant (ketidaktahuan) dan menyatakan kesediaannya untuk menghadapi dua jalur proses hukum yang berjalan yaitu proses hukum negara dan proses Peradilan adat yang berlaku dalam Masyarakat Adat Toraya," jelas mereka dalam jumpa pers.

Pemilihan Lokasi yang Tak Sembarangan

Penentuan Tongkonan Layuk Kaero sebagai tempat peradilan bukanlah keputusan instan. Sebelumnya, sempat muncul beberapa opsi lain seperti Banua Puan, Buntu Sarira, dan Tongkonan Nonongan. Setelah melalui diskusi panjang yang menimbang aspek filosofis hingga teknis, Kaero akhirnya dinilai paling representatif untuk acara sepenting ini.

Sebenarnya, rencana ini sudah digulirkan sejak Desember tahun lalu. Namun, berbagai kendala teknis memaksa penundaan hingga awal Februari 2026.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |