Ambisi Gentengisasi Prabowo dari Limbah Batu Bara, Sekadar Estetika atau Cuan Pengusaha?

8 hours ago 5
Ilustrasi gentengisasi. (INT)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto berambisi melakukan gentengisasi. Semua rumah yang ada di wilayah RI, dia harap menggunakan genteng sebagai atap.

Hal ini menuai sorotan. Muncul spekulasi, semua itu dilakukan untuk estetika, atau untuk keuntungan pihak tertentu?

Konten kreator @mentorpolitik, salah satu yang menyoroti. Di sisi teknik sipil, ambisi Prabowo itu dinilai sulit diterapkan.

“Para ahli teknik sipil menilai kebijakan ini tak bisa diterapkan untuk semua, karena keunikan bangunan di setiap rumah memengaruhi,” katanya, dikutip Sabtu (7/2/2026).

Namun Prabowo tak mau tahu. Dia meminta arahannya ditindaklanjuti di tingkat pemerintah kabupaten dan kota.

Di balik ambisi itu, salah satu spekulasi yang mencuat, apakah gentengisasi tersebut dilakukan untuk membuat pengusaha batu bara untung.

Itu karena Prabowo menyebut genteng yang akan digunakan kelak, nantinya dari limbah batu bara. Artinya, pengusaha batu bara akan keciprat gentengisasi ini.

“Setelah ditelusuri, pengusaha batu bara yang mendapatkan keuntungan dengan mencampur libah tanah liat untuk genteng,” ujarnya.

Selain itu, Koperasi Merah Putih, program godokan Prabowo, bakal membuat pabrik genteng. Di situlah spekulasi itu muncul.

“Menurut kalian, estetika itu kebutuhan rakyat atau pengusaha batu bara?” ucapnya.

Gentengisasi ala Prabowo

Ambisi Prabowo ini disampaikan dalam taklimat di hadapan seluruh kepala daerah di Indonesia pada Senin (2/2).

Dia menyoroti penggunaan seng di Indonesia. Menurutnya, seng lama kelamaan akan berkarat dan membuat pandangan menjadi kurang elok.

Apalagi sampai saat ini masih banyak bangunan di desa dan kecamatan yang menggunakan atap berbahan seng.

“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia,” ujar Prabowo.

Prabowo menjelaskan, proyek gentengisasi nasional yang ia gagas akan melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai ujung tombak produksi di daerah.
Melalui skema ini, koperasi akan diperkuat dengan pabrik genteng skala lokal yang menggunakan peralatan relatif terjangkau.

Bahan bakunya pun mudah didapat, karena memanfaatkan tanah lokal yang dapat diolah dan dicampur dengan material tertentu agar menghasilkan genteng yang lebih ringan sekaligus kuat.

“Jadi nanti Kperasi Merah Putih akan kita lengkapi dengan pabrik genteng. Genteng itu bahan bakunya dari tanah, dan dicampur dengan beberapa zat limbah lainnya, bisa ringan dan kuat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa program gentengisasi nasional akan mendapat dukungan penuh dari pemerintah, baik pada tahap persiapan maupun setelah pelaksanaannya.

Ia pun mengajak para kepala daerah untuk aktif terlibat dan mengambil peran dalam menyukseskan program tersebut.

“Kita akan bantu saudara, sebelum gentengisasi, sesudah gentengisasi. Ini serius ya. Bupati, wali kota yang tidak mau kotanya indah, terserah. Yang mau, ayo bersama kita bikin kotamu indah, bikin kecamatanmu indah, bikin desamu indah,” kata Presiden.
(Arya/Fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |