Agus Wahid Bongkar Ambisi Jokowi Lewat PSI

3 hours ago 1
Joko Widodo (AI)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Analis politik, Agus Wahid, memberikan pandangannya terkait dinamika politik nasional setelah pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan sekitar satu tahun.

Ia mengatakan, kondisi Indonesia saat ini masih dibelit persoalan sosial, ekonomi, dan hukum yang serius.

Pada saat bersamaan justru muncul manuver politik yang mengarah pada upaya mempertahankan kekuasaan keluarga Presiden ke-7 RI, Jokowi melalui kendaraan politik baru.

Indonesia Masih dalam Krisis

Agus membuka analisanya dengan menggambarkan kondisi bangsa yang menurutnya belum keluar dari krisis multidimensi.

“Masih dilanda kemelut sosial-ekonomi bahkan hukum yang cukup serius. Itulah potret Indonesia saat ini. Namun, gerombolan sono sudah tak sabar,” ujar Agus kepada fajar.co.id, Senin (9/2/2026).

Ia menuturkan bahwa ada dorongan kuat untuk mempercepat kontestasi politik nasional, seolah pemilu lima tahunan ingin dimajukan lebih awal.

“Serasa, tahun kontestasi demokrasi per lima tahunan ingin segera ditarik maju lebih cepat,” kata Agus.

Gerakan Politik Makin Masif

Menurut Agus, indikasi percepatan tersebut terlihat dari gerakan politik yang semakin terbuka dan agresif.

“Indikatornya sangat benderang. Gerombolan sono dengan gegap gempita bergerak begitu massif dan ekstensif,” tegasnya.

Ia menyinggung perubahan logo Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dari bunga menjadi gajah sebagai simbol ambisi kekuasaan.

“Diawali dengan perubahan logo dari Bunga Revolusioner menjadi Gajah. Meski gajah mini, tapi jelaslah mengandung filosofi akan segera membesar gajah itu, lalu segera menginjak siapapun yang dianggap sebagai lawan dan penghalang,” tukasnya.

PSI, Jawa Tengah dan Sulsel

Agus juga menyinggung pernyataan elite PSI yang menyebut Jawa Tengah sebagai basis utama partai, serta klaim serupa di Sulawesi Selatan.

“Ketua Umum cangkokan yang hanya terproses dua hari menjadi anggota partai itu sesumbar, ingin menjadikan Jawa Tengah sebagai kandang partainya,” katanya.

“Dan, baru-baru ini, dalam rapat kerja nasional di Makassar, pun Ketua Umumnya menunjukkan belalainya, siap menjadikan Sulsel sebagai kendang berikutnya,” lanjut Agus.

Peran Jokowi Sangat Aktif

Agus melihat bahwa ambisi PSI tidak lepas dari peran langsung Jokowi.

“Tak tanggung-tanggung, bokapnya pun bertekad akan membesarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Saya masih sanggup mengunjungi seluruh kabupaten/kota negeri ini, bahkan sampai ke tingkat kecamatan, tegasnya berapi-api. Demi membesarkan PSI,” ucapnya mengutip pernyataan Jokowi.

Ia menyebut respons warganet terhadap pernyataan tersebut justru bernada sinis.

“Terserah kau, Jokowi,” Agus prihatin melihat kondisi fisik Jokowi yang kian menurun.

Ambisi Politik Dinasti Solo

Agus mengatakan, Jokowi belum benar-benar rela kekuasaannya berakhir pada 1 Oktober 2024.

“Itulah ambisi politik Jokowi, yang tampaknya tidak pernah rela kekuasaannya sudah berakhir sesuai konstitusi,” katanya.

Ia lalu mengajukan pertanyaan besar terkait arah politik keluarga Jokowi.

“Yang perlu kita baca, apakah gelora politiknya untuk mengantarkan Gibran ke tangga Presiden RI ke sembilan, sekaligus mengantarkan adiknya sebagai penguasa baru di parlemen?," timpalnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |