FAJAR.CO.ID - Susu kemasan berlabel "Gratis Program MBG" yang seharusnya didistribusikan secara cuma-cuma kepada siswa kini viral dijual bebas di minimarket dengan harga sekitar Rp4.000 per kotak. Temuan ini memicu kehebohan dan menimbulkan pertanyaan serius mengenai akuntabilitas serta pengawasan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penjualan Susu Gratis Memicu Spekulasi Penyalahgunaan
Seorang netizen yang menemukan produk susu kemasan 125 ml tersebut di minimarket mengaku terkejut. "Agak kaget, syok nemu ini… padahal tertera SUSU GRATIS PROGRAM MBG, tidak untuk diperjualbelikan," katanya dalam unggahan yang viral di media sosial.
Temuan serupa juga dilaporkan di berbagai lokasi lain, bahkan dengan harga mencapai Rp138 ribu per dus. Kondisi ini menimbulkan spekulasi bahwa mungkin ada stok sisa dari program MBG yang diperjualbelikan oleh oknum tertentu. Ada pula dugaan keterlibatan pengelola dapur MBG yang memiliki akses distribusi sehingga berpotensi terjadi penyalahgunaan.
Produsen dan Badan Gizi Nasional Klarifikasi Soal Distribusi Susu
Menanggapi polemik ini, PT Ultrajaya sebagai produsen menegaskan bahwa penjualan produk tersebut tidak sesuai dengan tujuan distribusi.
Fokus utama produsen saat ini adalah melacak lokasi penjualan dan mengidentifikasi kemungkinan adanya penyalahgunaan distribusi oleh pihak tertentu.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Prof. Dadan Hindayana, menegaskan bahwa BGN tidak memiliki kerja sama dengan produsen manapun terkait produksi susu khusus program MBG.
"BGN tidak memiliki komitmen dengan produsen mana pun terkait produksi susu khusus sekolah," tegasnya, memperkuat dugaan ketidaksesuaian dalam rantai distribusi produk tersebut.


















































