Usai Rismon Ajukan RJ, Dian Sandi Klaim Buku yang Ditulis Bambang Tri Juga Salah

6 hours ago 2
Jokowi, Roy Suryo, dan Dian Sandi.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Polemik seputar buku yang menyinggung Presiden ke-7, Jokowi, mendadak ramai dibicarakan. Apalagi, setelah pernyataan terbaru dari Juru Bicara PSI, Dian Sandi Utama.

Ia menanggapi dinamika yang berkembang usai pengakuan Pakar Digital Forensik, Rismon Sianipar, terkait keaslian ijazah Jokowi.

Dian mengatakan, polemik tersebut seharusnya menjadi bahan pembelajaran publik, bukan justru diakhiri dengan penarikan buku dari peredaran.

Dian secara tegas menyampaikan agar buku yang sempat memicu kontroversi tetap beredar di masyarakat.

“Sebaiknya Buku Jokowi’s White Paper dan Gibran End Game tidak ditarik dari peredaran," ujar Dian dikutip dari cuitannya di X (17/3/2026).

Lanjut dia, keberadaan buku-buku tersebut justru penting agar masyarakat dapat menilai sendiri isi dan kebenarannya.

Ia menekankan bahwa tidak semua buku yang beredar memuat kebenaran, sehingga masyarakat perlu memiliki sikap kritis dalam menyikapinya.

“Masyarakat perlu tahu bahwa tidak semua buku menuliskan kebenaran, sama seperti buku Jokowi Undercover yang ditulis Bambang Tri dulu," imbuhnya.

Lebih jauh, Dian menyinggung latar belakang penulis dalam konteks akurasi isi buku.

“Jika Pak Rismon yang katanya seorang doktor saja bisa salah dalam menulis buku, apalagi seorang Bambang Tri yang menurut pengakuannya sendiri dia tidak lulus kuliah," sesalnya.

Kata Dian, hal tersebut menunjukkan pentingnya kehati-hatian dalam menerima informasi yang ditulis dalam sebuah buku.

Tidak berhenti di situ, Dian juga bicara mengenai kelompok yang masih mempercayai isi buku kontroversial tersebut.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |