Hendri Satrio (KHAFIFAH ARINI PUTRI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
FAJAR.CO.ID,JAKARTA -- Analis Komunikasi Politik sekaligus founder dari Lembaga Survei Kelompok Diskusi, Hendri Satrio meminta pemerintah mengambil sikap tegas.
Pengambilan sikap yang dimaksudnya untuk memberikan respons terhadap tindakan kekerasan dan penyerangan yang dialami oleh Andrie Yunus.
Lewat salah satu unggahan di media sosial X pribadinya, Hendri mengatakan Pemerintah dalam hal ini tidak boleh menerapkan strategi buying time.
Soal tindakan ke aktivis itu dengan harapan besar masyarakat akan lupa dengan apa yang terjadi.
“Pemerintah gak boleh pake strategi buying time, berharap masyarakat lupa terhadap kasus penyerangan Andrie Yunus,” katanya dikutip Minggu (15/3).
Bahkan tegas, ia mengatakan Pemerintah langsung melakukan langkah tegas dengan menemukan pelaku penyerangan dari kasus ini.
Dengan harapan besar kasus ini segera diusut untuk memberikan rasa aman dan masyarakat terus merasa terlindungi dari tindakan kejahatan apapun.
“justru pemerintah harus segera menemukan pelaku hingga aktor intelektual agar masyarakat selalu ingat bahwa kami hidup di Negara yang Aman, Negara yang melindungi Rakyat #Hensa,” ujarnya.
Kronologi
Seperti yang diketahui, Andrie Yunus mendapatkan tindak kekerasan serangan penyiraman air keras.
Andrie mendapat serangan tersebut di Jalan Talang, Jakarta Pusat, pada malam hari Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 23:37 WIB.
Diketahui, Andrie sedang mengendarai kendaraan roda dua miliknya di Jalan Salemba I - Talang, Jakarta Pusat.
Kemudian, dua orang pelaku menghampiri secara melawan arah Jalan Talang tepatnya di Jembatan Talang dengan mengendarai kendaraan roda dua, diduga merupakan motor matic Honda Beat. (Erfyansyah/fajar)

















































