Sorotan Tajam Soal Kebijakan Koperasi Desa: Pemerintah Dinilai Matikan Bisnis Ritel Modern

6 hours ago 2

FAJAR.CO.ID - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menegaskan bahwa pemerintah tidak berniat menutup gerai ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart yang sudah beroperasi di desa. Ia menyatakan kebijakan yang diambil hanya menghentikan pemberian izin ekspansi baru untuk ritel modern di wilayah desa guna melindungi usaha rakyat setempat.

"Minimarket-minimarket yang sudah ada, ya silakan jalan. Indomaret, Alfamart yang sudah ada silakan jalan, saya tidak pernah mengusulkan untuk ditutup," katanya dalam pernyataan yang dikutip dari Instagram resmi @yandri_susanto.

Yandri menambahkan, "Yang disetop itu izin baru, jangan sampai minimarket-minimarket ini sampai ke desa-desa dan bisa mematikan usaha-usaha rakyat di desa." Ia juga menegaskan pentingnya memuliakan Koperasi Desa Merah Putih yang keuntungan 20%-nya dikembalikan sebagai pendapatan asli desa.

Kontroversi dan Kritik dari Publik

Pernyataan Menteri Desa ini mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak, salah satunya dari DJ Donny melalui akun Instagram pribadinya. Ia menilai kebijakan tersebut sebagai cara licik yang dilakukan pemerintah untuk membangun bisnis koperasi desa dengan mengorbankan bisnis lain.

"Beginilah bisnis licik milik Pemerintah, mau bangun bisnis koperasi desa, tapi mematikan bisnis orang lain," katanya tegas.

DJ Donny menyoroti bahwa Alfamart dan Indomaret telah berhasil membuka lapangan kerja bagi masyarakat, namun keberadaan mereka justru berusaha untuk dimatikan melalui pembatasan izin ekspansi.

"Alfamart, Indomaret yang menyerap ratusan tenaga kerja aja bisa dimatiin, besok-besok sampai warung Madura bisa dimatiin," jelasnya. Ia juga menanggapi kondisi bisnis di Indonesia dengan mengatakan, "Pantas Shell cabut dari Indonesia karena Pemerintahnya takut bersaing."

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |