Anggaran Piring dan Sendok Milik BGN
FAJAR/CO.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi sorotan tajam. Setelah isu pengadaan motor listrik hingga kaos kaki, kini publik dikejutkan oleh dugaan anggaran fantastis untuk pengadaan perlengkapan makan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang dinilai tidak masuk akal secara matematis.
Berdasarkan informasi yang viral di media sosial, nilai pengadaan piring dan sendok untuk 15 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di DIY disinyalir menembus angka Rp4,19 triliun. Angka ini memicu gelombang kritik dari warganet yang menjulukinya sebagai proyek "Piring Triliunan".
Kalkulasi Janggal: 41 Juta Set untuk 3,7 Juta Penduduk
Kejanggalan pertama terletak pada volume pengadaan jika dibandingkan dengan demografi wilayah. Mantan Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Agustinus Edy Kristianto, membedah data tersebut secara matematis.
"Jika diasumsikan harga satu set alat makan berkualitas standar adalah Rp100.000, maka anggaran Rp4,19 triliun tersebut setara dengan 41 juta set alat makan," ungkapnya.
Perbandingan ini mencolok mata mengingat total penduduk DIY hanya berkisar 3,7 juta jiwa. Secara kasar, satu warga Yogyakarta—mulai dari bayi hingga lansia—seolah dialokasikan memiliki lebih dari 10 set alat makan baru. Ketimpangan data ini memicu pertanyaan besar mengenai basis perencanaan riil di lapangan.
Anomali Anggaran: Alat Makan 100 Kali Lipat Harga Bangunan
Analisis lebih dalam mengungkap ironi pada level operasional. Jika total anggaran tersebut dibagi rata ke 15 titik SPPG di Yogyakarta, maka satu dapur akan mengelola dana alat makan sebesar Rp279 miliar.


















































