Serangan Air Keras pada Aktivis KontraS Picu Kekhawatiran Serius terhadap Demokrasi Indonesia

4 hours ago 2

FAJAR.CO.ID - Serangan penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, pada Kamis malam, 12 Maret 2026 di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, menimbulkan keprihatinan mendalam terkait kondisi kebebasan berpendapat dan keamanan aktivis hak asasi manusia di Indonesia.

Peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 23.37 WIB itu terjadi saat Andrie meninggalkan kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) usai mengikuti perekaman siniar bertajuk "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia." Saat melintas di Jalan Salemba I Talang, dua pelaku laki-laki mengendarai satu sepeda motor berlawanan arah mendekati Andrie dan salah satu pelaku menyiramkan cairan yang diduga air keras ke tubuhnya di kawasan Jembatan Talang.

Serangan Terencana dengan Niat Membunuh

Eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, yang mengamati rekaman CCTV menyatakan bahwa serangan ini bukan kebetulan, melainkan tindakan yang sangat terorganisir dan terencana dengan simbol-simbol tertentu yang menunjukkan tingkat perencanaan tinggi.

"Andrie Yunus orang baik. Dia orang yang berintegritas, kritis, dan berani. Apa yang dialami, serangannya itu saya yakin maksudnya membunuh," katanya saat jumpa pers yang disiarkan di YouTube Yayasan LBH Indonesia, Jumat (13/3/2026).

"Kenapa? Pelakunya ini menyiram air keras di area muka. Paling tidak pelaku ini menghendaki cacat permanen. Begitu jahatnya pelaku ini," tambah Novel.

Pesan Intimidasi dan Ancaman Terhadap Aktivis HAM

Herwin Sudikta, pegiat media sosial yang geram atas kejadian ini, menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan bentuk teror yang tidak seharusnya terjadi di negara yang mengaku demokratis.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |