Donald Trump dan Mojtaba Khamenei
FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kemenangan militer yang diklaim Amerika Serikat dalam ketegangannya dengan Iran hingga kini jadi sorotan besar-besaran.
Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi, melontarkan kritik pedas dengan menyebut bahwa secara strategis, Donald Trump justru sedang membawa Amerika ke jurang kehancuran pamor di mata internasional.
Dalam analisis terbarunya, Eko membedah bahwa klaim kemenangan dalam perang tidak bisa hanya dilihat dari seberapa banyak bom yang jatuh, melainkan dampak jangka panjang bagi negara tersebut.
Eko menyoroti kerusakan taktis yang dialami kedua belah pihak. Meski Iran menderita kerusakan fasilitas, serangan balasan mereka terbukti melumpuhkan harga diri militer Amerika.
"Jangan hanya lihat satu sisi. Memang Iran rusak, tapi rudal mereka makin presisi. Faktanya, hampir seluruh pangkalan militer AS di negara Teluk luluh lantak! Bahkan CNN menyebut pangkalan itu sudah tidak layak huni lagi," ujar Eko.
Ia juga menambahkan bahwa aset-aset ekonomi vital seperti ladang minyak, pabrik LNG, hingga industri keuangan di Dubai kalang kabut. Bahkan, jet tempur AS yang selama ini dibanggakan sebagai yang terbaik di dunia, justru rontok oleh terjangan peluru Iran.
"Strategi Trump Gagal Total!"
Menurut Eko, kesalahan terbesar Trump adalah kegagalan mencapai target strategis. Alih-alih membuat rakyat Iran berontak dan menggulingkan pemerintahan, serangan AS justru menjadi "lem perekat" yang menyatukan rakyat Iran di belakang pemimpin mereka.
"Tujuan Trump dan Netanyahu itu regime change. Mereka ingin rakyat Iran pecah. Tapi apa yang terjadi? Rakyat Iran justru makin solid! Sebaliknya di AS, Trump justru didemo 8 juta warganya sendiri. Approval rating-nya jeblok ke angka 39%," tegasnya.


















































