Said Didu
FAJAR.CO.ID - Tokoh nasional Muhammad Said Didu mengungkapkan pengalaman pribadinya selama hampir setahun bertemu dengan sosok Rismon Sianipar yang belakangan ramai diperbincangkan publik. Dalam unggahan di platform X pada 16 Maret 2026, Said Didu menyatakan bahwa meskipun berusaha mengagumi Rismon, selalu ada perasaan ragu yang muncul.
"Hampir setahun saya sering bertemu dg si @SianiparRismon dan berupaya kagum, tapi selalu ada bisikan menolak utk kagum, bahkan belum pernah tertarik beli buku bikinan beliau. Ternyata Allah sayang dan melindungi saya," katanya dalam cuitan yang langsung menjadi sorotan warganet.
Reaksi Publik dan Dinamika Diskursus
Unggahan Said Didu ini memicu berbagai tanggapan dari pengguna media sosial. Sebagian menilai pernyataan tersebut sebagai kritik tersirat terhadap Rismon Sianipar, sementara yang lain melihatnya sebagai refleksi pribadi atas pengalaman pertemuan yang berlangsung cukup lama.
Nama Rismon Sianipar sendiri kerap menjadi pusat perdebatan di ruang publik digital, dengan pernyataan dan sikapnya yang memicu diskusi di kalangan aktivis, pengamat, hingga tokoh politik.
Apalagi Rismon Sianipar yang selama ini aktif menyuarakan soal dugaan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo kini memilih untuk mundur dengan menyatakan ijazah tersebut asli.
Komentar dari tokoh seperti Said Didu tentu menambah warna dalam dinamika tersebut.
Media Sosial sebagai Arena Diskusi Terbuka
Fenomena ini menegaskan bagaimana platform seperti X menjadi ruang terbuka bagi tokoh publik menyampaikan pandangan pribadi yang dapat memicu diskusi panjang di kalangan warganet. Hingga kini, unggahan Said Didu terus dibagikan dan dikomentari, menandakan besarnya perhatian masyarakat terhadap isu yang melibatkan nama Rismon Sianipar.
















































