Said Didu
FAJAR.CO.ID - Insiden penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, menjadi lonceng bahaya yang mengingatkan seluruh aktivis di Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan dalam perjuangan mereka.
Mantan Sekretaris BUMN, Muhammad Said Didu, menyampaikan peringatan ini dengan tegas agar para pejuang kebenaran tidak takut menyuarakan aspirasi meski ancaman makin nyata.
Ancaman Serius bagi Aktivis dan Kebebasan Berekspresi
Kejadian yang menimpa Andrie Yunus telah menarik perhatian luas dari publik dan komunitas aktivis. Banyak pihak mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengungkap pelaku dan motif di balik serangan tersebut yang tidak hanya menyerang individu, tetapi juga berpotensi mengancam kebebasan berekspresi dan perjuangan hak asasi manusia di Indonesia.
Said Didu menegaskan bahwa meskipun situasi semakin berbahaya, semangat untuk menyuarakan kebenaran harus tetap dijaga. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan tanpa mengurangi keberanian para aktivis dalam menjalankan advokasi dan kritik sosial.
Doa dan Solidaritas di Tengah Ancaman
Lebih lanjut, Said Didu mengungkapkan bahwa dirinya memanjatkan doa bagi para pejuang kebenaran saat menjalankan i’tikaf pada dini hari. Ia berharap keselamatan dan perlindungan bagi semua aktivis yang menghadapi risiko dalam memperjuangkan nilai-nilai demokrasi dan keadilan.
"Di tengah waktu i’tikaf jam 02.00 pagi saya berdoa semoga Allah melindungi dan memberikan keselamatan kepada para pejuang kebenaran," jelasnya.
Seruan ini sekaligus menjadi bentuk solidaritas dan penguatan moral bagi komunitas aktivis di tengah tekanan dan ancaman yang mereka hadapi.

















































