Menteri HAM, Natalius Pigai
FAJAR.CO.ID,JAKARTA -- Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai memberi respons terkai isu potong gaji Menteri dan DPR.
Munculnya kabar atau isu pemotongan gaji Menteri dan DPR merupakan tindakan yang dilakukan Pemerintah dalam merespons dampak konflik di Timur Tengah.
Terkait situasi ini, lewat unggahan di media sosial X, Natalius Pigai kemudian memberikan komentar karena ia sebagai Menteri terkena dampaknya.
Pigai memaparkan data berdasarkan LHKPN yang menyebut dirinya sebagai Menteri termiskin di Kabinet Merah Putih saat ini.
Hanya saja, jika kepentingan pemotongan gaji ini demi rakyat dan bangsa. Ia tegas mengatakan siap menghadapi situasi tersebut dan menerima dampaknya.
Bahkan, ia mengaku siap jika nantinya dampak besar bakal terjadi salah satunya jika sampai tidak menerima gaji sama sekali.
“Berdasarkan LHKPN: Saya Menteri termiskin dalam kabinet saat ini. Tetapi jika untuk kepentingan umum (bonum commune) untuk rakyat, bangsa dan negara, saya menyatakan bersedia jika pemotongan Gaji Menteri terlaksana,” tulis Natalius Pigai dikutip Kamis (19/3).
“Kalaupun tidak menerima gaji sebagai Menteri, saya bersedia,” tegasnya.
Ungkap Gajinya sebagai Menteri
Pigai pun blak-blakkan mengungkap gaji yang diterima selama menjabat sebagai Menteri angkanya mencapai Rp18 juta yang merupakan gaji pokok.
Selama memegang jabatannya, ini banyak perubahan yang terjadi di Kementerian HAM. Yang sampai hari ini masih terus jaga integritas berlangsung agar kerja produktif dan anti KKN.
“Gaji Pokok Saya Rp18 juta dan saya masih cukup dari tunjangan dan perjalanan dinas sesuai aturan,” ungkapnya.


















































