Prabowo Siap Jadi Mediator Konflik Timur Tengah, Kritik Pedas Herwin Sudikta dan Analisa Jusuf Kalla

17 hours ago 4

FAJAR.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya menjadi mediator dalam konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran pascaserangan yang menewaskan sejumlah petinggi Iran. Namun, rencana ini menuai kritik tajam dari pegiat media sosial Herwin Sudikta yang menilai pemerintah seharusnya lebih fokus menyelesaikan persoalan dalam negeri sebelum terjun ke kancah geopolitik internasional.

Kritik Pedas Herwin Sudikta terhadap Prioritas Pemerintah

Herwin menegaskan bahwa banyak masalah domestik yang masih menggunung dan memerlukan perhatian serius. "Urusan dalam negeri aja masih amburadul mau sok jadi pahlawan," katanya saat dihubungi fajar.co.id, Senin (2/3/2026).

Lebih lanjut, Herwin menyindir langsung Presiden Prabowo agar lebih fokus pada pekerjaan domestik yang dianggapnya masih banyak. "Come on Woo, kerjaan lu banyak Wo," pungkasnya dengan nada satire.

Herwin juga menyinggung sejumlah isu yang belum terselesaikan, mulai dari kebijakan di lingkungan BUMN hingga pernyataan pejabat terkait anggaran pendidikan. "Dirut BUMN lu main impor mobil sembarangan, Seskab lu ngomong ngaco tentang pemotongan anggaran pendidikan," bebernya.

Ia menambahkan, "Belum lagi pekerjaan rumah lainnya," yang menurutnya harus dibereskan terlebih dahulu sebelum mengambil peran di panggung internasional.

Sentilan Terhadap Wakil Presiden dan Aktivitas Luar Negeri Prabowo

Dalam kritiknya, Herwin juga menyebut nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan nada sarkastik dan menyarankan agar urusan mediasi diserahkan kepadanya. "Kenapa gak lu suruh Fufufafa (Wapres Gibran, red) aja yang jadi mediator?," tandasnya.

Mengenai aktivitas Presiden Prabowo yang gemar bepergian ke luar negeri sejak dilantik, Herwin menilai hal itu sebagai "jalan-jalan gratis dibayarin rakyat," ujarnya dengan nada menohok.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |