Jembatan gantung TNI Maros
FAJAR.CO.ID - Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan program pembangunan 200 jembatan gantung perintis yang dilaksanakan oleh TNI Angkatan Darat sebagai upaya mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah-wilayah sulit dijangkau di Indonesia. Salah satu lokasi prioritas adalah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang menjadi titik penting dalam memperkuat konektivitas antarwilayah dan meningkatkan akses masyarakat desa.
Peresmian program ini dilakukan secara virtual dari Istana Kepresidenan di Jakarta pada Senin, 9 Maret 2026. Di lokasi pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Bonto Manurung dan Desa Bonto Matinggi, Kecamatan Tompobulu, hadir langsung Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, yang meninjau progres pembangunan secara langsung.
Program Prioritas untuk Akses Pedesaan
Gubernur Andi Sudirman menegaskan pentingnya keberadaan jembatan gantung sebagai solusi akses bagi masyarakat pedesaan yang selama ini menghadapi kendala mobilitas. Ia berharap program ini dapat mempercepat mobilitas warga, terutama untuk kebutuhan penyeberangan anak sekolah, serta memperkuat infrastruktur fisik di daerah.
"Tentu kami mensupport adanya program ini dan berharap semoga dapat meningkatkan aksesibilitas di pedesaan, mempercepat mobilitas warga, utamanya penyeberangan anak sekolah, serta memperkuat infrastruktur fisik di daerah," katanya saat meninjau lokasi pembangunan.
Progres Pembangunan Capai 60 Persen
Jembatan gantung yang dibangun memiliki panjang bentang sekitar 70 meter. Pangdam XIV/Hasanuddin, Bangun Nawoko, mengungkapkan bahwa saat ini progres pembangunan telah mencapai sekitar 60 persen. Ia optimistis proyek tersebut akan segera rampung sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya.

















































