Guntur Romli
FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Rusia kembali menjadi perbincangan publik. Di tengah agenda strategis terkait energi, kritik kembali datang dari internal politik dalam negeri.
Kader PDIP, Mohamad Guntur Romli, menanggapi pernyataan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang menyebut Prabowo akan memastikan ketersediaan pasokan minyak dari Rusia saat bertemu Presiden Vladimir Putin, Senin (13/4/2026) ini.
Dikatakan Guntur, intensitas perjalanan luar negeri Prabowo yang dinilai cukup tinggi. Ia mencatat, kunjungan kali ini merupakan lawatan ke-50 sejak Prabowo dilantik pada Oktober 2024.
Bahkan, dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, Prabowo disebut sudah tiga kali mengunjungi Rusia.
Tiga Kali ke Rusia dalam Setahun
Ia merinci, kunjungan terbaru terjadi pada 10 Desember 2025 saat Prabowo bertemu Putin di Moskow. Sebelumnya, pada 18-20 Juni 2025, pertemuan juga berlangsung di St. Petersburg.
Kini, pada April 2026, Prabowo kembali bertolak ke Rusia untuk agenda serupa.
Menariknya, Guntur menyentil aspek yang tak biasa. Ia mengaitkan waktu kunjungan Prabowo dengan musim di Rusia.
Kata dia, April hingga Mei merupakan waktu terbaik mengunjungi Moskow karena memasuki musim semi. Udara mulai hangat, kota kembali hijau, serta berbagai festival mulai digelar.
Selain itu, periode tersebut juga dianggap ideal untuk menghindari kepadatan wisatawan saat musim panas.
Guntur kemudian melontarkan sindiran bernada satir terkait frekuensi kunjungan tersebut.
“Artinya Prabowo sudah dapat 3 musim mengunjungi Rusia, Juni 2025 (Musim Panas), Desember 2025 (Musim Dingin) dan April 2026 (Musim Semi),” tandasnya.


















































