
FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sebelum jatuh korban jiwa, perlu diadakan evaluasi besar-besaran terkait program makan bergizi gratis (MBG). Dihimpun dari berbagai lokasi, sudah lebih dari 100 anak sekolah diduga keracunan usai menyantap menu makanan bergizi gratis.
Tepatnya pada Senin (24/2/2025), guru-guru di Kupang menemukan setumpuk makanan basi dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sore harinya, pemerintah pusat membanggakan pencapaian program ini, karena telah menjangkau lebih dari dua juta penerima manfaat.
Dalam peristiwa itu, nasi, lauk, hingga sayuran yang sudah basi sehingga dikumpulkan oleh guru-guru di sebuah SD di kupang untuk dibuang.
Dalam sepekan pertama MBG dilaksanakan di SD di kupang ini, beberapa anak sakit perut dan muntah-muntah setelah menyantap menunya. Kejadian ini diungkap oleh gurunya, Deciana.
“Ada anak dari beberapa kelas yang kasih kembali (makanannya) semua. Tidak mau makan, trauma dengan makanan yang kemarin-kemarin basi,” kata Desiana, dikutip Kamis (26/2/2025).
Demikian, berdasarkan kasus yang hampir mirip. Berdampak ke lebih dari 100 anak sekolah di berbagai daerah diduga keracunan setelah menyantap menu MBG.
Kasus serupa, daging ayam mentah ditemukan di salah satu kotak makan di sebuah SD di Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.
Selain di NTT, sejumlah kasus dugaan keracunan terkait MBG juga terjadi di Sumatera Selatan, Jawa Tengah, dan Kalimantan Utara.
Rentetan kejadian itu, membuat pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, mendesak pemerintah untuk mengevaluasi secara besar-besaran program ini.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di: