
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, memberikan peringatan keras terkait keberlanjutan Danantara, perusahaan induk yang menaungi sejumlah BUMN.
"Danantara harus sangat hati-hati," ujar Said Didu di X @msaid_didu (25/2/2025).
Ia menegaskan bahwa jika Danantara gagal mendapatkan kepercayaan publik dan investor, dampaknya bisa sangat serius bagi perekonomian Indonesia.
"Jika gagal dapatkan kepercayaan publik dan investor maka seluruh BUMN akan tamat dan ekonomi Indonesia akan ambruk," tukasnya.
Lebih lanjut, Said Didu mengingatkan bahwa kegagalan Danantara bukan hanya berdampak pada BUMN semata, tetapi juga bisa memicu krisis yang tidak terkendali.
"Bahkan bisa terjadi sesuatu yang tidak terkendali. Mari semua waspada," tandasnya.
Sebelumnya, Pemerintah resmi mengumumkan struktur organisasi Danantara, lembaga pengelola dana investasi negara yang bertujuan memperkuat ekonomi nasional.
Susunan kepemimpinan Danantara diisi oleh sejumlah tokoh berpengaruh di Indonesia, termasuk para pejabat pemerintahan dan profesional di bidang ekonomi serta investasi.
Sebagai Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto secara langsung berada di posisi tertinggi dalam struktur organisasi Danantara Indonesia.
Lembaga ini diharapkan menjadi pilar strategis dalam pengelolaan investasi nasional dan penguatan kedaulatan ekonomi Indonesia.
Dewan Pengawas Danantara diketuai oleh Erick Thohir, Menteri BUMN yang telah berpengalaman dalam mengelola sektor bisnis dan investasi.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di: