Pedas! APBN Januari Tekor Rp54 T, Februari Rp135 T, Guntur Romli: Pemborosan Lagi Gacor, Efisiensi Tipu-tipu

11 hours ago 4
Kader PDI Perjuangan (PDIP), Mohamad Guntur Romli

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kader PDI Perjuangan (PDIP), Mohamad Guntur Romli, bicara terkait kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di awal tahun 2026.

Ia menyebut bahwa pemerintah belum mampu menunjukkan kinerja fiskal yang meyakinkan di tengah berbagai persoalan nasional yang muncul secara bersamaan.

Guntur menyoroti defisit APBN yang terjadi dalam dua bulan pertama tahun ini. Ia juga menyinggung sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilainya bermasalah.

APBN Disebut Tekor di Awal Tahun

Guntur mengungkapkan bahwa kondisi APBN pada awal 2026 sudah menunjukkan defisit yang cukup besar. Ia bahkan menyampaikannya dengan nada satire.

“Tor Monitor Ketua. APBN Tekor Ketua,” ujar Guntur dikutip fajar.co.id melalui cuitannya di X (6/3/2026).

Ia merinci bahwa pada Januari 2026 APBN sudah mengalami defisit puluhan triliun rupiah. Angka tersebut bahkan disebut meningkat pada bulan berikutnya.

“Januari APBN tekor Rp54 Triliun, Februari APBN tekor Rp135 Trilun,” katanya.

Lanjut dia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan negara tengah menghadapi tekanan serius.

Kritik Pemborosan dan Efisiensi

Selain menyinggung defisit anggaran, Guntur juga mengkritik kebijakan efisiensi yang selama ini digaungkan pemerintah. Ia menilai upaya tersebut tidak berjalan sesuai yang diharapkan.

“Pemborosan lagi Gacor. Efisiensi Tipu-tipu,” tegasnya.

Dalam pandangannya, sejumlah kebijakan pemerintah justru menimbulkan beban baru bagi anggaran negara.

Program MBG dan Impor Gerobak

Guntur turut menaruh perhatiannya pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan mendapat sorotan setelah muncul kasus keracunan di sejumlah daerah.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |