Partai NasDem Pererat Silaturahmi Politik Lewat Buka Puasa Bersama Ramadan 1447 H

9 hours ago 3
Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh bersama Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla beserta tokoh politik lainnya, menghadiri acara buka puasa bersama di NasDem Tower, Jakarta, Kamis (19/2/2026). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

FAJAR.CO.ID - Dalam momentum Ramadan 1447 H, Partai NasDem menyelenggarakan acara buka puasa bersama yang menjadi titik temu penting bagi berbagai tokoh politik nasional dari lintas koalisi. Acara yang berlangsung di NasDem Tower, Jakarta, pada Kamis (19/2) ini menegaskan pentingnya menjaga dan mempererat tali silaturahmi antar elite politik di tengah dinamika negara.

Acara inti dimulai tepat pukul 17.30 WIB, saat Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, tiba dan menyapa para undangan serta sejumlah anak yatim yang hadir. Surya Paloh menegaskan bahwa kehadiran para tokoh politik dalam acara ini merupakan bentuk keringanan langkah yang sangat dihargai.

"Sungguhlah kami bersukacita, berbesar hati atas keringanan langkah dari Bapak dan Ibu semuanya untuk bersedia menghadiri undangan daripada DPP Partai NasDem," katanya saat memberikan sambutan.

Deretan Tokoh Politik Hadir Memperkuat Silaturahmi

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh politik penting, antara lain Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, serta mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan. Selain itu, hadir pula Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Presiden PKS Al Muzammil Yusuf, Bendahara Umum Partai Golkar Sari Yuliati, dan anggota DPR RI lainnya.

Surya Paloh menjelaskan bahwa pertemuan lintas partai ini bukan sekadar tradisi buka puasa, melainkan momentum untuk memperkuat kemampuan daya tahan terhadap berbagai godaan dan ujian, baik yang bersifat spiritual maupun sosial-politik.

"Bukan hanya yang menyangkut masalah menahan lapar dan minum, kehausan, tapi berbagai hal-hal yang barangkali bisa kembali mempersucikan semangat dari spirit kita," jelasnya.

Makna Ramadan sebagai Penguat Semangat Politik

Lebih lanjut, Surya Paloh berharap agar makna Ramadan dapat dijadikan sebagai landasan untuk memperkuat daya tahan dan semangat dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraan dan politik. Ia menegaskan bahwa silaturahmi yang terjalin dalam acara ini harus terus dipelihara demi terciptanya suasana politik yang kondusif dan harmonis.

Kendati demikian, acara ini juga menjadi bukti bahwa di tengah perbedaan pandangan politik, para tokoh nasional masih mampu duduk bersama dalam suasana kekeluargaan dan saling menghormati. (fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |