Nurmadi Sumarta: MBG Boros dan Tidak Tepat Sasaran

7 hours ago 5
Ilustrasi siswa saat menyantap makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pemerhati sosial dan politik, Nurmadi H. Sumarta, blak-blakan mengenai pemerintahan, Presiden Prabowo Subianto, di tengah kondisi ekonomi nasional yang semakin berat di tengah gejolak geopolitik Timur Tengah.

Ia bahkan menuturkan bahwa beban negara terus bertambah akibat kebijakan pemerintah yang dianggap tidak melalui kajian matang.

Dikatakan Nurmadi, persoalan sudah terlihat sejak awal pembentukan kabinet yang dinilai terlalu gemuk dan menambah beban fiskal negara.

Kabinet Gemuk dan Beban Negara

Nurmadi menegaskan, struktur pemerintahan saat ini justru memperbesar pengeluaran negara.

Ia menyebut penambahan kementerian, menko hingga wakil menteri dilakukan tanpa kajian matang.

"Rezim ini bukan menyadari kesalahan bawaan, justru semakin parah," ujar Nurmadi kepada fajar.co.id, Selasa (24/3/2026).

"Diawali dengan struktur kabinet gemuk dengan tambahan menko, kementrian dan wamen tanpa kajian matang," tambahnya.

Lebih lanjut, Nurmadi menekankan bahwa perubahan struktur tersebut berdampak langsung pada meningkatnya beban keuangan negara.

"Tambahan struktur dan nomenklatur yang menambah beban negara," lanjutnya.

Selain itu, ia juga menyinggung kenaikan fasilitas pejabat negara serta sejumlah proyek besar yang dinilai menjadi warisan beban anggaran.

"Belum lagi berbagai tambahan dan kenaikan fasilitas DPR RI dan pejabat negara. Beban warisan proyek IKN dan kerera cepat," tukasnya.

APBN Disebut Makin Berat

Nurmadi melihat bahwa kondisi fiskal semakin tertekan akibat berbagai pengeluaran yang tidak terarah. Bahkan, ia menyebut negara berada di ambang kesulitan keuangan.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |