Minyak USD110, Dolar Rp17.000, MBG Tetap Jalan Meski Libur

4 hours ago 1

FAJAR.CO.ID – Lonjakan harga minyak dunia yang menembus USD110 per barel dan pelemahan nilai tukar rupiah hingga Rp17.000 per dolar AS menjadi sinyal serius bagi kondisi ekonomi Indonesia saat ini.

Ditambah dengan defisit APBN yang mencapai Rp135 triliun pada Februari 2026, situasi ini menimbulkan kekhawatiran mengenai stabilitas fiskal dan ekonomi nasional.

Mantan Deputi II Kantor Staf Presiden era Kabinet Kerja, Yanuar Nugroho, menegaskan bahwa pemerintah seharusnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tekanan ekonomi yang sedang berlangsung.

Namun, ia mengkritik bahwa berbagai program pemerintah tetap digenjot tanpa menunjukkan rasa khawatir akan kemungkinan krisis yang mengintai.

Program Janji Politik Tetap Berjalan di Tengah Tekanan Ekonomi

Yanuar menyoroti sejumlah program prioritas pemerintah yang terus berjalan meskipun kondisi ekonomi sedang menghadapi tekanan berat. Ia menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dijalankan bahkan saat libur Lebaran, sementara program Kebijakan Daya Motor Penggerak (KDMP) dipercepat dan kebijakan impor kendaraan jenis pickup masih berlanjut.

"MBG jalan terus meski libur Lebaran; KDMP digas; impor pickup lanjut. Entah apalagi. Pokoknya semua program janji politik tak boleh berhenti," katanya melalui unggahan di akun X pada 10 Maret 2026.

Kritik Terhadap Minimnya Komunikasi Publik Pemerintah

Lebih lanjut, Yanuar mengkritik minimnya komunikasi publik dari pemerintah mengenai kondisi ekonomi yang sesungguhnya dihadapi bangsa ini. Ia menilai tidak ada rasa khawatir yang disampaikan kepada masyarakat, bahkan pemerintah justru lebih fokus pada aspek keamanan.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |